Kios Sederhana di Tengah Sawah Jadi Penopang Ekonomi Warga

BEKASI Akses layanan keuangan yang semakin dekat dengan masyarakat desa dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga. Di Desa Kampung Pulo Besar, Karangsatu, Kabupaten Bekasi, keberadaan layanan Agen46 milik PT Bank Negara Indonesia (BNI) membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Kios sederhana milik Sarta yang berada di tengah hamparan sawah kini berfungsi sebagai pusat layanan keuangan bagi warga sekitar. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan setor tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pencairan bantuan sosial dengan lebih mudah dan cepat.

Perubahan ini turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di wilayah pedesaan. Warga yang sebelumnya terbiasa menyimpan uang tunai di rumah mulai memanfaatkan rekening bank untuk menyimpan hasil usaha, menerima pembayaran, maupun mengelola keuangan keluarga. Kehadiran layanan perbankan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal juga membantu mengurangi biaya dan waktu perjalanan yang sebelumnya diperlukan untuk mengakses kantor cabang bank.

Sarta mengatakan berbagai kebutuhan keuangan masyarakat desa dilayani setiap hari melalui kiosnya sejak bergabung sebagai Agen46 pada awal 2020. Menurutnya, kebutuhan warga sangat beragam, mulai dari pembayaran pendidikan hingga transaksi usaha pertanian.

“Ada beberapa kali yang minta buru-buru untuk bayar uang kuliah,” ujar Sarta, sebagaimana dilansir Katadata, Rabu, (24/06/2026).

Selain memanfaatkan aplikasi agen, layanan transaksi juga didukung mesin Electronic Data Capture (EDC) yang memungkinkan warga melakukan tarik tunai menggunakan kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Sebelum menjalankan layanan tersebut, Sarta mengikuti sejumlah pelatihan yang diberikan BNI terkait transaksi perbankan, pelayanan nasabah, dan keamanan transaksi.

“Macam-macam kebutuhan (layanan keuangan) warga desa di sekitar sini. Kita ikut senang kalau bisa bantu,” ujarnya.

Manfaat layanan tersebut juga dirasakan pelaku usaha mikro di desa. Alya, salah satu warga yang menjalankan usaha rumahan, mengaku lebih mudah mengelola hasil penjualan karena dapat menyetorkan pendapatan secara berkala ke rekening bank tanpa harus pergi ke kantor cabang.

“Kalau disimpan di rekening bank lebih aman dan lebih mudah dikelola,” kata Alya.

Secara nasional, pemanfaatan layanan Agen46 turut berkontribusi terhadap peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir 2025, DPK yang dihimpun melalui jaringan Agen46 mencapai Rp7,1 triliun, meningkat dibandingkan Rp4,8 triliun pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai menggunakan layanan perbankan formal untuk mengelola keuangannya.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Pemerintah menargetkan angka inklusi keuangan meningkat menjadi 93 persen pada 2029 melalui berbagai program perluasan akses layanan keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai kehadiran layanan perbankan hingga tingkat desa dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa keuangan formal.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan produk dan jasa keuangan di sektor jasa keuangan,” ujar Friderica.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BNI Putrama Wahju Setyawan menegaskan pengembangan Agen46 menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat hingga wilayah terpencil.

“Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Hingga akhir 2025, jaringan branchless banking BNI melalui Agen46 telah mencapai 217.013 agen yang tersebar di 35.729 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Keberadaan jaringan tersebut diharapkan terus memperkuat ekosistem ekonomi desa sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Solusi Kekeringan, Tiga Desa Jepara Resmi Miliki Sumur Bor Baru

PDF đź“„JEPARA – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Jepara …

Kolaborasi Keuchik dan Polri Dinilai Kunci Keamanan Desa

PDF đź“„SABANG – Forum Keuchik Kota Sabang menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik …

Ribuan Kilometer Jalan Inpres Resmi Beroperasi, Produk Desa Siap Bersaing

PDF đź“„PEKANBARU – Pembangunan 1.151 kilometer jalan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *