WAJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) didorong menghadirkan program inovatif yang sesuai dengan kebutuhan desa dan prioritas pembangunan daerah saat menjalankan pengabdian masyarakat di Kabupaten Wajo. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Arahan itu disampaikan dalam Pembekalan Khusus KKN Gelombang 116 Kabupaten Wajo yang diselenggarakan secara daring oleh Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat Unhas melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (23/06/2026). Program KKN tersebut direncanakan berlangsung di empat kecamatan dengan mengusung skema tematik inovasi desa.
Koordinator Kabupaten Wajo KKN Unhas Gelombang 116 Andi Sadapotto menegaskan bahwa setiap program kerja mahasiswa harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta selaras dengan agenda pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
“Program yang sifatnya lebih banyak ke inovasi dan juga nanti lebih banyak berdampak langsung ke masyarakat itu yang kita utamakan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Identitas Unhas, Selasa (23/06/2026).
Menurutnya, pembekalan menjadi tahapan penting untuk memastikan kegiatan KKN tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat desa. Dengan pendekatan tersebut, program yang dijalankan diharapkan tetap berlanjut meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wajo Ahmad Jahran menilai sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Sinergi mahasiswa KKN, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Wajo,” ungkapnya.
Pelaksanaan KKN juga diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi yang relevan dengan tantangan dan potensi yang dimiliki desa-desa di Wajo. Keberagaman disiplin ilmu mahasiswa dinilai menjadi modal untuk mengembangkan program berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan desa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program KKN Gelombang 116 Unhas diharapkan dapat memperkuat pembangunan desa berbasis kebutuhan lokal, mendorong inovasi masyarakat, serta menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi kemajuan wilayah pedesaan di Wajo. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara