13 Desa di Belitung Siap Gelar Pilkades, Petahana Ramaikan Bursa

BELITUNG – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 13 desa di Kabupaten Belitung pada 2026 memasuki fase krusial setelah pendaftaran ditutup dan mencatat delapan kepala desa petahana kembali ikut bertarung dalam kontestasi tersebut.

Fenomena keterlibatan kembali para petahana ini menjadi sorotan karena menunjukkan tingginya dinamika politik tingkat desa, sekaligus menguji aturan netralitas dan mekanisme cuti bagi kepala desa yang kembali mencalonkan diri.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Belitung, Antonio Apriza, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 13 kepala desa petahana yang sempat mendaftar dalam proses Pilkades tahun ini.

“Kalau kita melihat data hasil pendaftaran, ada 13 kades petahana yang ikut,” kata Antonio Apriza sebagaimana diberitakan Bangka Pos, Jumat (19/06/2026).

Ia menegaskan bahwa terdapat ketentuan khusus bagi kepala desa petahana yang kembali maju, terutama terkait masa jabatan yang masih berlangsung hingga 8 November 2026. Para petahana yang menjadi calon wajib mengambil cuti sejak ditetapkan sebagai peserta hingga hari pemilihan.

Selama masa cuti tersebut, tidak akan ditunjuk pelaksana tugas (Plt) maupun penjabat (Pj) kepala desa. Setelah pemungutan suara, para petahana yang tidak terpilih maupun yang kembali menang akan langsung melanjutkan atau kembali aktif pada 21 September 2026.

“Jadi satu hari setelah pemilihan atau tanggal 21 September, delapan orang ini kembali aktif sebagai kades,” ujar Antonio.

Selain kepala desa petahana, pemilihan ini juga melibatkan sejumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang turut mencalonkan diri. Namun, aturan mengharuskan anggota BPD diberhentikan secara otomatis setelah resmi ditetapkan sebagai calon kepala desa, melalui mekanisme rapat internal untuk penggantian antarwaktu.

“Jadi kalau sudah ditetapkan sebagai calon, secara otomatis BPD ini diberhentikan,” kata Antonio.

Dari sisi sebaran pendaftar, panitia mencatat Desa Air Rayak menjadi wilayah dengan jumlah bakal calon terbanyak, yakni 11 orang. Sementara Desa Tanjung Tinggi hanya mencatat satu bakal calon. Secara keseluruhan, terdapat tiga desa dengan lebih dari lima pendaftar, sembilan desa dengan dua hingga lima pendaftar, serta satu desa yang belum memenuhi minimal dua calon.

Jika jumlah bakal calon melebihi batas maksimal lima orang, maka akan dilakukan seleksi tambahan berupa tes tertulis, wawancara, dan pemaparan visi-misi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, hingga camat untuk menentukan peringkat kelayakan calon.

Sebaliknya, jika jumlah calon kurang dari dua orang, maka akan dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga dua tahap. Apabila tetap tidak terpenuhi, maka keputusan akhir akan ditentukan melalui musyawarah desa, termasuk kemungkinan penundaan Pilkades pada periode berikutnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa Pilkades di Belitung tidak hanya menjadi ajang kompetisi demokrasi lokal, tetapi juga pengujian terhadap tata kelola pemerintahan desa yang adaptif terhadap dinamika jumlah kandidat dan keterlibatan aparatur desa aktif. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sinergi Warga dan Pemdes Kambuno Didorong Percepat Penurunan Stunting

PDF đź“„BULUKUMBA – Pemerintah Desa Kambuno, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memperkuat upaya percepatan …

Bang-Andra Dorong Pembangunan Jalan Desa di Lebak

PDF đź“„LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, menyiapkan program besar pembangunan infrastruktur jalan …

Rp3 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Desa Tompegunung

PDF đź“„PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah (Jateng), menyiapkan langkah percepatan perbaikan infrastruktur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *