PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah (Jateng), menyiapkan langkah percepatan perbaikan infrastruktur jalan desa penghubung antarwilayah dengan mengusulkan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Fokus utama perbaikan diarahkan pada ruas jalan Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, yang telah lama mengalami kerusakan dan dikeluhkan warga.
Rencana tersebut menjadi respons langsung pemerintah daerah terhadap kondisi jalan sepanjang sekitar satu kilometer yang menghubungkan Desa Tompegunung dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen. Ruas ini dinilai memiliki peran vital sebagai akses utama mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa usulan anggaran tersebut disiapkan setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi serta menerima aspirasi warga terkait kondisi jalan yang rusak selama puluhan tahun.
“Akses jalan tersebut cukup vital bagi warga, karena sebagai penghubung antara Desa Tompegunung (Kecamatan Sukolilo) dengan Desa Durensawit (Kecamatan Kayen) sebagaimana dilansir Koran Jakarta, Senin, (22/06/2026),” ujar Risma Ardhi Chandra.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi riil infrastruktur sekaligus menyusun prioritas penanganan dalam APBD Perubahan 2026, mengingat proyek tersebut belum masuk dalam APBD murni tahun anggaran yang sama.
Risma menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan proses perbaikan dapat mulai direalisasikan pada September hingga Oktober 2026 apabila anggaran perubahan disetujui.
“Setelah mendengar keluhan masyarakat, kami turun untuk memastikan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganannya,” ujarnya.
Di sisi lain, perangkat Desa Tompegunung Sumarlan menyebutkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung lama dan menjadi hambatan utama aktivitas warga sehari-hari.
Ia menekankan bahwa jalan tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga pasar.
Harapan perbaikan jalan ini juga muncul dari masyarakat yang menginginkan peningkatan konektivitas wilayah desa agar aktivitas ekonomi lebih lancar dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Langkah Pemkab Pati ini menunjukkan fokus pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah pedesaan yang menjadi jalur penghubung antar kecamatan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara