Museum Marsinah Jadi Magnet Baru Pengembangan Desa Wisata Nglundo

NGANJUK Kehadiran Museum Marsinah di Desa Wisata Nglundo, Kabupaten Nganjuk (Nganjuk), Jawa Timur (Jatim), dinilai mampu memperkuat pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik desa sebagai destinasi edukatif. Museum tersebut diharapkan menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan kunjungan wisata dan ekonomi masyarakat setempat.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat meninjau Desa Wisata Nglundo menyampaikan bahwa museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah, tetapi juga menjadi aset penting dalam pengembangan pariwisata desa yang berkelanjutan.

“Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” kata Ni Luh Puspa, sebagaimana diwartakan Urbanvibes, Rabu, (17/06/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar meninjau Monumen Marsinah yang berada di jalur provinsi Surabaya-Madiun sebelum melanjutkan agenda ke Museum Marsinah. Ia juga mengunjungi rumah keluarga Marsinah yang menjadi tempat kelahiran dan masa tumbuh tokoh buruh perempuan tersebut.

Di area museum, berbagai koleksi pribadi Marsinah dipamerkan kepada masyarakat, mulai dari sepeda onthel, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, hingga dokumentasi perjalanan hidup dan perjuangannya. Seluruh koleksi disajikan sebagai sarana edukasi bagi pengunjung yang ingin memahami sejarah perjuangan buruh perempuan di Indonesia.

“Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat,” tegas Ni Luh Puspa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, menilai keberadaan museum dan pengakuan terhadap sosok Marsinah dapat memperkuat posisi desa sebagai tujuan wisata sejarah unggulan di Jatim.

“Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” ungkap Eko.

Menurutnya, pengembangan desa wisata masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, kenyamanan wisatawan, serta penguatan paket wisata berbasis sejarah dan budaya.

“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.

Eko menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat promosi, pemasaran, serta distribusi produk lokal desa. Kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan suvenir, produk kreatif, dan paket wisata yang mengangkat kekayaan sejarah serta budaya setempat.

“Kami ingin pengunjung benar-benar merasa nyaman datang dan menikmati pengalaman wisata di Desa Wisata Nglundo,” katanya.

Dengan hadirnya Museum Marsinah dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Desa Wisata Nglundo diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata sejarah yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat desa secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kades di Lobar Protes Pemangkasan Bantuan Pangan

PDF đź“„LOMBOK BARAT – Polemik penurunan kuota bantuan pangan (Bapang) di sejumlah desa di Kabupaten …

Program Pesisir Lestari Dorong Ekonomi Desa Sukarame

PDF đź“„PANDEGLANG – PT Surveyor Indonesia bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meluncurkan Program Pesisir Budaya …

Pacitan Bangun SPAM dan IPLT, Akses Air Bersih Warga Diperluas

PDF đź“„PACITAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PUPR) mengucurkan anggaran sekitar Rp14 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *