Seni Tari Tradisional Toraja Jadi Andalan Wisata dalam Festival Ma’gellu’

TORAJA UTARA Festival Toraya Ma’gellu’ 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 19–20 Juni 2026 di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Perhelatan budaya tersebut menjadi upaya pelestarian seni tari tradisional Toraja sekaligus penguatan sektor wisata budaya dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Festival ini berpusat pada Tari Ma’gellu’, salah satu warisan budaya masyarakat Toraja yang sarat nilai sejarah, spiritual, dan sosial. Kegiatan tersebut menghadirkan seniman lokal, komunitas budaya, serta generasi muda dalam rangka menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Toraya Ma’gellu’ dikenal sebagai tarian yang menggambarkan ungkapan rasa syukur, sukacita, dan penghormatan kepada Sang Pencipta serta para leluhur. Secara historis, tarian yang dibawakan secara berkelompok oleh perempuan dengan hiasan emas dan manik-manik kandaure itu awalnya dipentaskan untuk menyambut pahlawan yang kembali dari medan pertempuran maupun sebagai bagian dari ritual syukur panen raya bu’ka’.

Sejak 2022, festival tersebut rutin digelar sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus sarana memperkuat identitas masyarakat Toraja. Kegiatan itu juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku seni lintas generasi untuk mengembangkan pertunjukan yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisional.

Selain menampilkan pertunjukan tari, festival juga menghadirkan beragam produk ekonomi kreatif lokal. Pengunjung dapat menyaksikan pameran kain tenun ikat khas Toraja, kerajinan ukiran kayu bermotif pa’tedong, hingga menikmati kopi arabika Toraja yang telah dikenal luas.

Festival Toraya Ma’gellu’ juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran wisatawan dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kerajinan, kuliner, hingga jasa pariwisata.

Berdasarkan agenda pariwisata yang dihimpun sebagaimana diberitakan Viva, Kamis (18/06/2026), seluruh rangkaian pertunjukan dapat disaksikan masyarakat tanpa dipungut biaya. Lokasi kegiatan dapat dijangkau melalui jalur darat dari Kota Makassar maupun melalui penerbangan menuju wilayah Toraja dan sekitarnya.

Melalui festival tersebut, pelestarian budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga berkembang sebagai penggerak ekonomi kreatif dan daya tarik wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat Toraja Utara. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Sebulu Ulu, Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Tahap Pemeriksaan

PDF 📄KUTAI KARTANEGARA – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, …

Energi Alternatif dari Sampah Menanti Kepastian Hukum di Kendal

PDF 📄KENDAL – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol di Desa Margorejo, …

Desa Didorong Mandiri Pangan, Bengkayang Perkuat Produksi Jagung Lokal

PDF 📄BENGKAYANG – Program penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *