LOMBOK TIMUR – Pemerintah Desa (Pemdes) Denggen Timur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), memperkuat skala prioritas pembangunan dan pengembangan ekonomi desa setelah alokasi Dana Desa mengalami penyesuaian dari pemerintah pusat. Langkah tersebut ditempuh agar program yang dijalankan tetap efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.
Kepala Desa (Kades) Denggen Timur, M. Jamaluddin, mengatakan setiap program pembangunan kini disusun berdasarkan kebutuhan paling mendesak yang dihadapi warga. Menurutnya, kondisi anggaran saat ini menuntut pemerintah desa lebih selektif dalam menentukan kebijakan pembangunan.
“Kita menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Program yang dijalankan harus melihat permasalahan dan kebutuhan masyarakat secara utuh, kemudian baru ditetapkan sebagai prioritas pembangunan desa,” ujarnya, Senin (17/06/2026), sebagaimana diberitakan Rri, Kamis (18/06/2026).
Selain melakukan penataan program, Pemdes Denggen Timur juga membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna mencari dukungan alternatif bagi pembangunan desa. Salah satu pendekatan yang terus diperkuat adalah partisipasi masyarakat melalui budaya gotong royong.
“Kalau ada kegiatan fisik yang sifatnya stimulan, masyarakat ikut berpartisipasi melalui gotong royong,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Pemdes Denggen Timur mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak usaha produktif masyarakat. Saat ini, BUMDes mulai mengembangkan program ketahanan pangan melalui budidaya ikan dan pemanfaatan aset desa, termasuk lahan pecatu yang dimiliki desa.
Jamaluddin mengungkapkan, nilai Dana Desa yang diterima saat ini mengalami penyesuaian dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jika pada 2024 anggaran masih berada di atas Rp1 miliar, sebagian alokasi kini telah disesuaikan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
“Ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat yang harus kita ikuti. Yang terpenting bagaimana desa tetap bisa berjalan dan pembangunan tetap berlanjut,” katanya.
Sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, desa juga telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, liquefied petroleum gas (LPG), bahan bangunan, hingga kebutuhan pokok sehari-hari.
Meski demikian, pemerintah desa masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan dan sosialisasi lebih lanjut agar operasional koperasi dapat berjalan selaras dengan BUMDes.
“Kami berharap BUMDes dan koperasi bisa bersinergi. Misalnya BUMDes menjadi penyedia atau pemasok barang, sementara koperasi menjalankan fungsi distribusi kepada masyarakat,” ucap Jamaluddin.
Pemdes Denggen Timur optimistis sinergi antara BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih mampu menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
“Harapan kita, koperasi ini bisa menjadi tempat penyedia berbagai kebutuhan masyarakat Denggen Timur sehingga ekonomi desa semakin tumbuh dan berkembang,” ucapnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara