BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa melalui kegiatan Safari Kesehatan Badung Peduli yang digelar di Wantilan Serbaguna Banjar Tengah, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi. Program ini tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga menyalurkan bantuan sosial bagi warga lanjut usia dan kelompok rentan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 itu menghadirkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan payudara, pemeriksaan deteksi dini penyakit (pap smear), hingga layanan mobil operasi katarak keliling. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung I Made Rai Wirata, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Perbekel Desa Gulingan, Yayasan Bunga Bali, serta Gerakan Badung Peduli.
Selain pelayanan medis, panitia juga menyalurkan bantuan berupa paket olahan ikan bernutrisi, paket sembako untuk lanjut usia, dan kursi roda bagi warga yang membutuhkan alat bantu mobilitas.
Sebagai bentuk perhatian langsung kepada warga, rombongan turut mengunjungi kediaman I Wayan Kenter, seorang lanjut usia yang telah lama terbaring sakit (bedridden) di Banjar Tengah Kelod. Dalam kunjungan tersebut, bantuan diserahkan secara langsung sekaligus memberikan dukungan moral kepada yang bersangkutan.
Ketua K3S Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat desa. “Kami lengkap menyediakan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukungnya, termasuk mobil operasi katarak, pemeriksaan payudara, hingga pemeriksaan deteksi dini penyakit. Kami berharap warga Desa Gulingan senantiasa menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat. Ingat, kesehatan adalah aset paling berharga. Jika sudah jatuh sakit, biayanya bisa sangat mahal dan pencegahan pun menjadi jauh lebih sulit dilakukan,” tegasnya sebagaimana diberitakan Tribun Bali, Senin, (15/06/2026).
Melalui program ini, Pemkab Badung berharap pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga tingkat desa, sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan agar kualitas hidup warga terus meningkat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara