CIANJUR – Pemanfaatan lahan pertanian di Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur berhasil menghasilkan sekitar 6 ton jagung pipil kering. Hasil tersebut diperoleh Kelompok Tani Kayu Manis dari lahan seluas 2 hektare melalui program ketahanan pangan yang mendapat pendampingan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Warungkondang.
Panen jagung hibrida berlangsung di Kampung Barukusuma RT 02/RW 01, Desa Kebonpeuteuy, dengan melibatkan 32 petani anggota Kelompok Tani Kayu Manis yang mengelola lahan sejak masa tanam hingga panen. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu upaya penguatan produksi pangan lokal sekaligus pemanfaatan lahan produktif di wilayah pedesaan.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Warungkondang, Tedi Setiadi, mengatakan pendampingan kepada petani merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan berjalan aman dan kondusif. Kami terus melakukan pendampingan kepada petani mulai dari proses tanam hingga panen agar hasil yang diperoleh maksimal,” ujar Tedi, Selasa (7/4/2026), sebagaimana diberitakan Cianjur Times, Minggu (14/06/2026).
Jagung hibrida tersebut mulai ditanam pada 2 Februari 2026. Selama masa budidaya, petugas Bhabinkamtibmas secara rutin melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petani untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen.
Menurut Tedi, keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bagian dari program Polri Penggerak Ketahanan Pangan yang bertujuan mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Polsek Warungkondang akan terus mendampingi petani mulai tanam sampai panen agar hasil maksimal dan kesejahteraan petani meningkat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel kepolisian turut hadir mendampingi proses panen bersama petani. Kehadiran aparat mendapat sambutan positif dari Ketua Kelompok Tani Kayu Manis, Oi, dan anggota kelompok tani yang terlibat dalam pengelolaan lahan.
Keberhasilan panen di lahan nonbaku sawah itu dinilai dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan industri lokal sehingga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani serta membantu menjaga ketersediaan pasokan komoditas di daerah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara