ACEH BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat meningkatkan kesiapsiagaan dan menempatkan personel di lapangan setelah banjir akibat luapan Sungai Krueng Meureubo merendam sejumlah permukiman warga di Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu (14/06/2026). Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 49 sentimeter dan berdampak pada tiga gampong di wilayah tersebut.
Wilayah yang terdampak meliputi Gampong Canggai, Gampong Lawet, dan Gampong Seumantok, serta beberapa titik lain di sekitar Kecamatan Pante Ceureumen. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Aceh Barat selama dua hari terakhir sehingga menyebabkan debit Sungai Krueng Meureubo meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan terjadi di wilayah hulu maupun hilir dalam 48 jam terakhir.
“Banjir luapan ini terjadi akibat tingginya curah hujan sejak dua hari belakangan ini,” kata Ronal kepada wartawan, Minggu malam, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (15/06/2026).
Menurut Ronal, genangan yang masuk ke kawasan permukiman masih berada pada kategori setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa. Air telah menggenangi pekarangan dan sebagian rumah warga, namun kondisi secara umum masih dapat dikendalikan.
Hingga Minggu malam, belum terdapat laporan warga yang mengungsi ke posko darurat. Masyarakat memilih bertahan di rumah masing-masing sambil mengamankan barang-barang berharga dari potensi kerusakan akibat banjir.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Aceh Barat terus melakukan pemantauan debit air dan perkembangan cuaca secara berkala. Upaya tersebut dilakukan karena potensi hujan masih dapat terjadi dan berisiko meningkatkan ketinggian muka air di kawasan terdampak.
BPBD Aceh Barat juga mengimbau warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan. Pendataan terhadap wilayah terdampak dan jumlah kepala keluarga yang mengalami kerugian masih terus dilakukan guna mendukung langkah penanganan berikutnya.
“Saat ini kami terus melakukan pemantauan di lapangan dan akan memperbarui data terdampak secara berkala,” kata Ronal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara