TIMOR TENGAH SELATAN – Kolaborasi antara Yayasan Felix Maria Go (YFMG), komunitas pemuda tani Gen.Z Gejala, dan Puskesmas Noebeba menghadirkan panen raya jagung sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan gratis perdana bagi warga Desa Persiapan Pemekaran Saisana, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang digelar di area kebun milik komunitas Gen.Z Gejala tersebut menjadi langkah nyata pemberdayaan masyarakat desa dengan menggabungkan sektor pertanian, kesehatan, dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Program ini membuka akses layanan kesehatan yang selama ini sulit dijangkau warga akibat jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Selama ini, masyarakat Desa Saisana harus menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat. Melalui kegiatan tersebut, warga untuk pertama kalinya memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan lengkap secara langsung di lingkungan desa.
Tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Noebeba memberikan pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat di lokasi panen. Kehadiran layanan tersebut disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatannya tanpa harus keluar desa.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Noebeba, Pelaksana Tugas (Plt.) Kades Saisana, kepala dusun, serta tim nakes Puskesmas Noebeba. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan masyarakat desa melalui pendekatan kolaboratif.
Selain mendukung sektor kesehatan, kegiatan panen raya juga membuka peluang pengembangan usaha pertanian dan peternakan bagi pemuda desa. Perwakilan YFMG, Endy, Selvia, dan Henny, turut hadir memberikan motivasi sekaligus menjajaki pengembangan program lanjutan untuk komunitas Gen.Z Gejala.
Henny berkomitmen memberikan pelatihan penetasan telur ayam kepada anggota komunitas. Selain itu, ia juga menyatakan kesediaan membantu pemasaran serta pembelian hasil panen jagung yang dihasilkan kelompok pemuda tani tersebut.
Komunitas Gen.Z Gejala juga dijanjikan memperoleh sejumlah sarana produksi pertanian dan peternakan berupa mesin tetas telur, alat pembuat emping jagung, ayam Taube, serta fasilitas pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Ke depan, Gen.Z Gejala berencana mengembangkan kebun mereka menjadi kebun edukasi dan memperluas budidaya tanaman hortikultura. Program tersebut diharapkan menjadi pusat pembelajaran pertanian bagi generasi muda di wilayah TTS.
Dampak positif kegiatan tersebut mulai menarik perhatian desa-desa lain. Perwakilan dari Desa Kualeu, Desa Maiskolen, dan Desa Bijaepunu turut hadir untuk mempelajari pola kolaborasi yang diterapkan di Saisana. Sebagaimana diberitakan Kata Logika, Sabtu, (13/06/2026), para tamu mengaku termotivasi untuk mengembangkan program serupa di wilayah masing-masing.
Turut hadir pula Andre dari Kuan Maumolo yang berbagi pengalaman mengenai pengembangan komunitas berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan berbagai pihak tersebut memperkuat optimisme Gen.Z Gejala untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan Desa Saisana dan kawasan sekitarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara