Akses Kesehatan Diperkuat, Pariaman Dapat Bantuan Sanitasi dan Alkes PICU-NICU

KOTA PARIAMAN Percepatan peningkatan layanan kesehatan masyarakat menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melalui dua agenda utama, yakni penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sadikin serta penguatan program sanitasi berbasis desa. Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi antara Pemko Pariaman dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi bersama tokoh masyarakat di Balarung Pendopo Wali Kota Pariaman, Sabtu (06/06/2026). Program yang dijalankan diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga sekaligus mempercepat pemenuhan infrastruktur layanan dasar.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyaluran bantuan program padat karya sanitasi senilai Rp100 juta untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Dana bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan jamban sehat dan perbaikan sarana sanitasi bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas layak.

Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat.

“Dalam kesempatan ini, Kita salurkan bantuan Padat Karya senilai Rp100 juta dari Kementerian Kesehatan RI untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Anggaran ini dialokasikan untuk perbaikan sanitasi dan pembangunan jamban sehat bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, program jambanisasi sejalan dengan prioritas pemerintah pusat yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus pembangunan nasional melalui penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Rumah warga yang belum memiliki jamban baik nanti akan kita buatkan kloset, saluran air, hingga septic tank-nya. Tujuannya agar lingkungan bersih dan tidak ada lagi limbah kotoran rumah tangga,” tambahnya.

Selain program sanitasi desa, Pemko Pariaman bersama DPR RI juga mendorong percepatan pembangunan RSUD dr. Sadikin yang sebelumnya mengalami keterlambatan penyelesaian. Tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan meningkatnya jumlah pasien menjadi alasan utama percepatan pembangunan fasilitas tersebut.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyebut pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Kesehatan guna memperoleh dukungan anggaran pembangunan rumah sakit.

“Pada kesempatan ini, RSUD dr. Sadikin juga dipastikan akan menerima pasokan alat kesehatan khusus berupa fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan. Bantuan alat penanganan khusus bayi baru lahir (neonatal) ini diproyeksikan akan tiba pada kuartal 3 atau kuartal 4 Tahun 2026 untuk menekan angka kematian ibu dan anak, “ ungkap Yota Balad.

Pemko Pariaman menargetkan pembangunan RSUD dr. Sadikin dapat diselesaikan paling lambat pada 2027 dengan dukungan anggaran pusat yang diharapkan mencapai Rp50 miliar. Di sisi lain, program sanitasi desa juga terus diperluas guna mempertahankan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di wilayah tersebut.

“Tahun lalu bantuan ini diberikan kepada Desa Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman dan Tahun ini di Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Tidak hanya itu, Kita akan meminta kepada jajaran untuk kembali menginventarisir, mana kawasan atau wilayah yang memang diperlukan untuk intervensi perbaikan sanitasi dan jambanisasi. Semoga dalam 5 tahun kepemimpinan kami ini, semua bisa tercapai, sehingga masyarakat Kota Pariaman bisa hidup sehat dengan jamban yang layak,” tutupnya.

Program pembangunan sanitasi desa dan penguatan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi warga Kota Pariaman, sebagaimana diberitakan Liputan7, Selasa, (09/06/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pakumbang Baroah Dorong Promosi Wisata Budaya Landak ke Tingkat Nasional

PDF đź“„LANDAK – Keberhasilan penyelenggaraan Pakumbang Baroah 2026 di Desa Pakumbang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak …

Kerusakan Pipa PDAM Jadi Perhatian, TNI dan Warga Bergotong Royong

PDF đź“„PROBOLINGGO – Upaya menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat mendorong warga Desa Patalan, …

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru, Warga Palok Bergotong Royong Percepat Pembangunan

PDF đź“„GAYO LUES – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *