BENGKALIS – Alun-alun yang dibangun Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Linau, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, mulai dipersiapkan sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa. Fasilitas publik tersebut diharapkan menjadi wajah baru desa yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi warga.
Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Sungai Linau, Ade Syafrizal, mengatakan alun-alun tersebut akan segera dibuka untuk masyarakat. Kawasan itu dirancang sebagai ruang terbuka multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, olahraga, rekreasi keluarga, hingga penyelenggaraan berbagai agenda kemasyarakatan.
Menurut Ade Syafrizal, keberadaan alun-alun menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ruang publik yang nyaman dan bermanfaat bagi seluruh warga desa. Selain menjadi pusat kegiatan masyarakat, lokasi tersebut juga disiapkan untuk mendukung pengembangan UMKM lokal.
“Pembangunan ini langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Kami ingin Sungai Linau memiliki ruang publik yang hidup dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kabarinvestigasi, Selasa, (09/06/2026).
Ia menjelaskan, alun-alun yang berdiri di kawasan Kantor Desa Sungai Linau kini menghadirkan suasana baru bagi masyarakat. Pada malam hari, lampu warna-warni yang menghiasi area tersebut menciptakan daya tarik tersendiri dan menjadikannya lokasi favorit warga untuk bersantai.
Keberadaan fasilitas itu juga memperkuat fungsi sosial desa. Anak-anak dapat bermain di area terbuka, sementara warga memanfaatkan ruang tersebut untuk berinteraksi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Selain fungsi sosial, Pemdes Sungai Linau menyiapkan kawasan alun-alun sebagai pusat aktivitas ekonomi desa. Ke depan, area sekitar alun-alun akan diisi lapak usaha yang dikelola pelaku UMKM lokal sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Kami membuka ruang bagi masyarakat yang ingin berjualan saat ada kegiatan desa. Pariwisata desa sedang kami bidik agar nantinya mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga,” jelasnya.
Alun-alun Desa Sungai Linau dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Asli Desa Tahun 2025. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemdes dalam mempercantik lingkungan sekaligus menyediakan fasilitas yang memiliki manfaat sosial, ekonomi, dan wisata bagi masyarakat.
Ade Syafrizal menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan berbagai sektor di desa. Dukungan masyarakat juga mengalir terhadap kehadiran fasilitas tersebut. Salah seorang tokoh masyarakat, Amat, menilai alun-alun telah menjadi simbol perubahan positif dan kebanggaan baru bagi warga Sungai Linau.
“Sekarang desa kami semakin maju dan indah. Alun-alun ini menjadi wajah baru Sungai Linau, apalagi saat malam hari dengan lampu warna-warni yang begitu cantik. Ini kebanggaan bagi seluruh masyarakat desa,” ungkapnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara