KAPUAS HULU – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui sektor pariwisata mulai mendapat dukungan dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 2 (UPP KLB 2). Perusahaan tersebut melakukan survei awal program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk menjajaki pengembangan kawasan wisata Air Terjun Brunyau di Desa Riyam Piyang, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu (Kapuas Hulu), Kalimantan Barat (Kalbar).
Kegiatan survei menjadi langkah awal dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi warga desa.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan PLN UPP KLB 2 meninjau langsung kondisi kawasan Air Terjun Brunyau bersama perangkat desa dan pengelola setempat. Salah satu fokus pembahasan adalah pembangunan fasilitas pendukung wisata guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Pemerintah desa bersama pengelola juga mengusulkan pembangunan bendungan kecil yang akan dimanfaatkan sebagai kolam renang atau area pemandian wisata. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas wisata sehingga pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga menikmati wisata air.
Pengembangan kawasan wisata ini dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan infrastruktur, dan penciptaan lapangan usaha berbasis potensi lokal.
Bendahara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Riyam Piyang, Puta, menyampaikan apresiasi atas perhatian PLN terhadap potensi wisata yang dimiliki desa tersebut.
“Kami berharap pembangunan ini dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dalam peningkatan sektor pariwisata maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujar Puta.
Sementara itu, Manager PLN UPP KLB 2, Ronald Lapasau, menegaskan bahwa survei tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat melalui program TJSL yang berkelanjutan.
“Kami berharap program TJSL ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Riyam Piyang sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan sektor wisata lokal yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” ungkap Ronald Lapasau, sebagaimana dilansir Suaraindo, Selasa (09/06/2026).
Menurutnya, pengembangan potensi wisata desa tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara PLN, Pemerintah Desa (Pemdes) Riyam Piyang, dan masyarakat setempat, pengembangan Air Terjun Brunyau diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Kapuas Hulu serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara