Abrasi Gerus Pesisir Sambas, Daratan Hilang 4 Meter Setiap Tahun

SAMBAS Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir di Dusun Tanjung Tembelan, Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, semakin mengkhawatirkan warga. Setiap tahun, daratan di wilayah tersebut dilaporkan menyusut hingga sekitar empat meter, menyebabkan garis pantai kian mendekati permukiman dan mengancam mata pencaharian masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor kelautan dan pertanian.

Warga setempat mengaku hidup dalam kecemasan setiap kali musim gelombang tinggi dan pasang laut datang. Kondisi tersebut diperparah oleh terus berkurangnya daratan yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggal dan ruang aktivitas masyarakat pesisir.

Seorang nelayan Desa Arung Parak, Aliudin, mengatakan abrasi telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus mengikis bibir pantai di dusunnya.

“Abrasi pantai ini paling sedikit itu empat meter tiap tahun,” ucap Aliudin.

Menurutnya, pembangunan bangunan penahan abrasi sangat dibutuhkan untuk melindungi kawasan pesisir dari hantaman gelombang laut yang semakin dekat dengan rumah warga.

“Kalau biasa bangunan penahan abrasi bisa lanjut, kami khawatir tidur saat malam-malam,” ucapnya.

Ia menuturkan ketakutan warga meningkat saat musim gelombang tinggi yang biasanya terjadi pada Januari hingga Maret.

“Gelombangnya bukan main, hampir tiap malam pun gelombangnya kuat,” ucapnya.

“Mulai dari bulan satu sampai bulan tiga, bulan dua itulah yang paling besar,” katanya.

Aliudin juga mengenang perubahan bentang alam yang terjadi akibat abrasi. Menurutnya, kawasan yang dahulu berada jauh dari garis pantai kini telah hilang tersapu laut.

“Dulu rumah kami jauh di sana 1 kilometer lebih ke arah pantai sana. Jauh kami di sana tidak ada nampak ombak, tapi sekarang kami terus bergeser-geser rumah kami mendekat ke sini,” katanya.

Kondisi serupa dirasakan Erna, warga yang rumahnya berada hanya sekitar tiga meter dari bibir pantai. Saat air laut pasang, gelombang bahkan sudah mencapai area bawah rumah panggung miliknya.

“Gelombangnya besar sudah kena rumah, cuma rumah kami agak tinggi, jadi dia lewat di bawah rumah kami,” jelas perempuan yang sehari-harinya bertani itu.

Ia mengaku selalu dihantui rasa takut ketika gelombang besar datang menghantam kawasan pesisir.

“Takutlah kalau musim gelombang besar, kami menilik dari jendela, kami lihat gelombang seperti menggulung kami, seperti mau menimpa kami,” katanya.

Erna juga mengingat bagaimana abrasi telah mengubah wajah kampungnya selama bertahun-tahun.

“Dulu pantai ini jauh ke sana, ada hampir ratusan meter kena abrasi,” ujarnya.

“Rumah ibu saya itu dulu jauh dengan pantai, tapi ini sudah dekat,” katanya.

Sebagian besar warga Dusun Tanjung Tembelan bekerja sebagai nelayan, sementara kaum perempuan banyak menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Hilangnya daratan akibat abrasi tidak hanya mengancam tempat tinggal, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat desa.

Fenomena abrasi sendiri merupakan proses pengikisan daratan pantai akibat hantaman gelombang, arus laut, dan pasang surut yang terjadi secara terus-menerus. Abrasi dapat dipicu oleh faktor alami maupun aktivitas manusia, seperti kerusakan hutan mangrove dan perubahan ekosistem pesisir. Upaya penanganan yang umum dilakukan meliputi pembangunan tanggul penahan ombak, penanaman mangrove, hingga konservasi terumbu karang sebagai pelindung alami pantai.

Kisah warga pesisir Desa Arung Parak tersebut sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Senin, (08/06/2026), menjadi gambaran nyata ancaman abrasi yang terus menghantui kawasan pesisir Sambas dan membutuhkan perhatian serius agar permukiman serta sumber penghidupan masyarakat tidak semakin terancam. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sinergi Desa dan Kecamatan Dinilai Kunci Pembangunan Berkelanjutan

PDF 📄PANGKEP – Penguatan koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan menjadi salah satu faktor …

Kades Toboli Ungkap Kebutuhan Desa Meski Sudah Raih 14 Penghargaan

PDF 📄PARIGI MOUTONG – Desa Toboli di Kecamatan Parigi Utara terus mencatatkan berbagai capaian pembangunan …

Dorong Ekonomi Kampung, Jayawijaya Bangun 18 Gerai Koperasi

PDF 📄JAYAWIJAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, menargetkan pembangunan 18 gerai Koperasi Desa/Kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *