Desa Tunggulsari Terancam Tenggelam, Banjir Rob Rendam Rumah dan Tambak

PATI Banjir rob yang terus menggenangi Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati (Pati), mengancam keberlangsungan permukiman warga dan usaha tambak yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Kerugian akibat bencana yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir itu diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp2 miliar hanya pada musim panen saat ini.

Kondisi terparah terjadi di wilayah RT 5 Desa Tunggulsari, di mana sebanyak 36 rumah milik warga terdampak genangan air laut setiap hari. Sedikitnya 96 warga mengalami gangguan aktivitas akibat banjir rob yang semakin meluas.

Kepala Desa (Kades) Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menjelaskan bahwa banjir rob telah menjadi persoalan serius yang belum mendapatkan penanganan permanen.

“Banjir rob ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Kondisinya sangat parah, setiap hari rumah mereka terendam air,” katanya.

Selain merendam kawasan permukiman, banjir rob juga menghantam sektor pertambakan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat desa. Dari total 160 hektare tambak ikan nila yang ada di wilayah tersebut, sekitar 80 hektare kini tidak lagi produktif akibat terendam air laut.

“Dampak lain yang pasti adalah rusaknya lahan-lahan produktif petani tambak ikan nila. Dari total 160 hektare itu, 80 hektare sudah rata dengan air,” terangnya.

Menurut Setyo, kerusakan tambak menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi para petambak. Pada musim panen saat ini saja, total kerugian diperkirakan melebihi Rp2 miliar.

“Kalau untuk musim ini, siklus pasang sekarang, diprediksi kerugian petani lebih dari Rp 2 miliar. Itu total keseluruhan petani tambak yang terdampak,” paparnya.

Banjir rob diperparah oleh rusaknya ekosistem mangrove di kawasan pesisir serta jebolnya tanggul sepanjang 110 meter yang sebelumnya menjadi pelindung permukiman dan tambak warga. Sebagaimana diberitakan Joglo Jateng, Senin, (08/06/2026), warga sebenarnya telah melakukan perbaikan tanggul secara swadaya pada 2025, namun kembali rusak akibat kuatnya gelombang laut pada Januari 2026.

“Tahun 2025 kami telah melakukan penanggulan secara swadaya. Namun pada bulan Januari lalu sudah kembali jebol dan hilang semua. Dari pemerintah belum ada sama sekali penanganan untuk tanggul tersebut,” imbuhnya.

Kades Tunggulsari berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun kembali tanggul yang rusak guna mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.

“Kalau ini tidak ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah, bukan hanya menimbulkan kerugian di sektor budi daya ikan, tetapi ada potensi hilangnya permukiman di wilayah desa kami,” pungkasnya.

Ancaman tenggelamnya kawasan permukiman dan terus berkurangnya lahan produktif menjadi peringatan serius bagi upaya perlindungan wilayah pesisir di Desa Tunggulsari. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sinergi Desa dan Kecamatan Dinilai Kunci Pembangunan Berkelanjutan

PDF đź“„PANGKEP – Penguatan koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan menjadi salah satu faktor …

Kades Toboli Ungkap Kebutuhan Desa Meski Sudah Raih 14 Penghargaan

PDF đź“„PARIGI MOUTONG – Desa Toboli di Kecamatan Parigi Utara terus mencatatkan berbagai capaian pembangunan …

Dorong Ekonomi Kampung, Jayawijaya Bangun 18 Gerai Koperasi

PDF đź“„JAYAWIJAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, menargetkan pembangunan 18 gerai Koperasi Desa/Kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *