KKNTK 02 Ungkap Peluang Besar Pengembangan Desa Tondomulo

BOJONEGORO Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) 02 Universitas Bojonegoro memetakan potensi sekaligus tantangan pembangunan di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.

Survei lapangan yang dilakukan pada Jumat, 29 Mei 2026, melibatkan 14 mahasiswa dan diawali dengan kunjungan ke Balai Desa Tondomulo untuk berdialog bersama perangkat desa. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, serta sumber daya alam yang dimiliki desa.

Dari hasil pemetaan, Desa Tondomulo diketahui memiliki tujuh dusun, yakni Dusun Tondomulo, Jetis, Jantok, Kedungbulus, Kedunglele, Sumengko, dan Bunten. Wilayah tersebut mencakup 30 Rukun Tetangga (RT) dan 11 Rukun Warga (RW), dengan sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan peternakan.

Komoditas unggulan desa meliputi padi, jagung, dan tembakau yang menjadi penopang utama ekonomi warga. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan kerajinan anyaman pandan yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.

Di sektor pariwisata, Embung Centong dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis desa. Sementara pada bidang budaya, masyarakat masih mempertahankan tradisi Nyadran Sauran yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Meski memiliki beragam potensi, tim KKNTK 02 juga menemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan pembangunan desa. Beberapa di antaranya adalah kekeringan saat musim kemarau, tingginya angka kemiskinan, terbatasnya akses pemasaran produk kerajinan, serta masih adanya kasus pernikahan usia dini.

Mahasiswa juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian berupa bonggol dan klobot jagung yang sebenarnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Sejumlah program yang sedang dipersiapkan meliputi pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak, pengolahan limbah jagung menjadi produk kreatif, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta promosi potensi desa melalui media digital, sebagaimana diberitakan Media Cahaya Baru, Kamis, (04/06/2026).

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan warga sekaligus mendorong terwujudnya Desa Tondomulo yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Administrasi Desa Simanobak Diuji, Tim Monitoring PKK Sumut Turun Langsung

PDF 📄TOBA – Penilaian tertib administrasi tingkat provinsi menjadi momentum bagi Desa Simanobak, Kecamatan Silaen, …

Desa Tesbatan Bidik Status Desa Ekowisata Unggulan di NTT

PDF 📄KABUPATEN KUPANG – Upaya mendorong Desa Tesbatan menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan terus diperkuat melalui …

Super El Nino Mengintai, Bupati Kampar Gerakkan Desa Bangun Kanal

PDF 📄KAMPAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan kelurahan di wilayah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *