BOGOR – Upaya meningkatkan keamanan digital masyarakat desa terus diperkuat melalui program “Digital Aman Desa” yang digelar di Balai Desa Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University ini difokuskan untuk membekali warga dengan kemampuan mengenali penipuan daring serta melindungi data pribadi di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital.
Program yang merupakan bagian dari kegiatan kampus desa tersebut dilaksanakan pada 16 Mei 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi mata kuliah Diseminasi Informasi. Sasaran utama kegiatan adalah kader Posyandu dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Ciomas Rahayu yang dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Kepala Desa (Kades) Ciomas Rahayu, Selih Silihwati, sebelumnya mengungkapkan adanya persoalan serius terkait keamanan digital di lingkungan desa. Sejumlah warga menjadi korban penipuan daring melalui pesan palsu yang mengatasnamakan pihak tertentu hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp70 juta.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa IPB University merancang program edukasi literasi digital yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan siber, termasuk pencurian data pribadi dan pembobolan rekening.
Dosen pembimbing kegiatan, Amiruddin Saleh, menekankan pentingnya peran kader dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.
“Teknologi digital tidak hanya memberikan kemudahan tetapi juga banyak memberikan ancaman bagi kita. Ibu-ibu sebagai kader merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat agar mereka tidak terlibas atau termakan informasi palsu dan membahayakan, serta menjadi ancaman bagi masyarakat dan generasi yang akan datang,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan Kompasiana, Senin (01/06/2026).
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan dosen literasi digital Sekolah Vokasi IPB University, Erna Ernawati, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penggunaan kata sandi yang kuat, kewaspadaan terhadap modus penipuan digital, serta perlindungan akun melalui fitur keamanan tambahan.
“Saat ini hampir semua orang memiliki akun, termasuk marketplace dan media sosial. Karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap berbagai modus penipuan, seperti paket COD palsu dan permintaan kode OTP. Warga juga harus hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, agar akun tetap aman,” jelasnya.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun masing-masing dengan pendampingan mahasiswa. Kegiatan tersebut mendapat respons positif karena sebagian besar peserta baru pertama kali mengenal fitur keamanan tersebut.
Salah seorang kader Posyandu Desa Ciomas Rahayu, Ana, menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat yang kini semakin bergantung pada teknologi digital.
“Acara ini sangat menarik dan bermanfaat. Melihat mahasiswa yang masih muda tetapi sudah memiliki banyak pengetahuan membuat kami ikut termotivasi untuk terus belajar. Ditambah saat ini berbagai kegiatan Posyandu sudah beralih ke sistem digital, sehingga kami juga perlu meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi. Saya berharap ke depannya ada pelatihan lanjutan agar kami bisa lebih memahami dan memanfaatkan teknologi dalam kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Herlina yang mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya perlindungan akun dan data pribadi.
“Melalui kegiatan ini, saya jadi lebih memahami pentingnya keamanan digital, mulai dari cara menjaga akun, mengenali tautan palsu, menjaga kerahasiaan data pribadi, hingga pentingnya melindungi kode OTP. Materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi saya dan peserta lainnya,” tuturnya.
Melalui program tersebut, masyarakat Desa Ciomas Rahayu diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital serta mampu meminimalkan risiko kejahatan siber yang dapat merugikan warga secara ekonomi maupun sosial. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara