Pemkab Banyumas Tetapkan Kompleks Soetedja sebagai Lokasi KDMP

BANYUMAS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memastikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk Kelurahan Purwokerto Kidul tetap dilakukan di kawasan Kompleks Gedung Kesenian Soetedja setelah sejumlah lokasi alternatif dinilai tidak memenuhi kebutuhan lahan dan akses. Keputusan tersebut diambil meski rencana pembangunan sempat memunculkan perdebatan karena lokasi yang dipilih merupakan salah satu ruang kegiatan seni dan budaya di Purwokerto.

Pembangunan KDMP di kawasan tersebut membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 600 meter persegi. Berdasarkan hasil kajian Pemkab Banyumas, Kompleks Soetedja dinilai menjadi lokasi paling memungkinkan dibandingkan sejumlah opsi lain yang sebelumnya dipertimbangkan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengakui proses penentuan lokasi tidak berjalan mudah. Menurutnya, pemerintah daerah telah berupaya mencari alternatif lahan lain, namun belum menemukan lokasi yang memenuhi kebutuhan pembangunan koperasi tersebut.

“Saya juga tadinya keberatan, tapi karena tidak ada lokasi lain mau gimana lagi,” kata Sadewo sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Selasa (26/05/2026).

Ia menambahkan, pembangunan tersebut tetap dijalankan karena merupakan program yang harus dilaksanakan di daerah.

“Tadinya saya keberatan kok, tapi karena tidak ada tempat lain mau gimana dan ini kan perintah dari pusat,” ujarnya.

Untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas seni dan budaya, Pemkab Banyumas mengatur posisi bangunan agar tidak menghadap ke area utama kompleks kesenian.

“Saya berupaya meminimalisir agar tidak mengganggu jadi hadapnya (KDMP) itu tidak hadap ke dalam, tetapi hadapnya ke jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Banyumas, Adi Prasetyo, menjelaskan sejumlah alternatif lokasi sempat dikaji. Namun sebagian besar tidak memenuhi syarat karena keterbatasan luas lahan maupun akses jalan.

“Ada opsi lain tapi tidak representatif dan akses jalannya juga sempit. Ada juga di lokasi lain, di bawah SUTET tidak direkomendasikan oleh PLN terlalu rendah jadi risiko,” kata Adi.

Menurutnya, kebutuhan lahan yang cukup luas menjadi kendala utama dalam pencarian lokasi pembangunan.

“Dari segi luasan, dan akses yang paling representatif di komplek Sutedja,” jelasnya.

Adi menambahkan, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas telah memberikan persetujuan dengan sejumlah catatan teknis agar pembangunan tidak mengganggu fungsi kawasan kesenian.

“Boleh di situ, tetapi jangan tengah. Selatan barat dipepetkan dengan Gedung Kelurahan Purwokerto Kidul, jika tanahnya gembur akan dilakukan pengurugan,” paparnya.

Selain itu, kawasan Gedung Soetedja sebenarnya telah memiliki rencana pengembangan melalui Detail Engineering Design (DED). Namun hingga kini, rencana tersebut belum direalisasikan. Pemkab Banyumas berharap pembangunan KDMP dapat berjalan sesuai kebutuhan layanan koperasi masyarakat tanpa menghilangkan fungsi kawasan sebagai ruang aktivitas seni dan budaya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pelatihan Drone Dasar di Bandung Barat Siapkan SDM Digital Masa Depan

PDF 📄BANDUNG BARAT – Sebanyak 60 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA dari berbagai sekolah …

Pemerataan Digital Digenjot, 2.500 Desa Segera Terhubung Internet

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan sebanyak 2.500 desa yang …

Rumah Desa Sehat Panampuang Jadi Garda Depan Percepatan Penurunan Stunting

PDF 📄AGAM – Upaya percepatan penanganan stunting di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *