DPRD Malut Terima Keluhan Warga Doitia Soal Ekonomi dan Bencana

HALMAHERA UTARA – Keterbatasan fasilitas pertanian, sarana perikanan, hingga ancaman banjir menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), saat agenda reses Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut), Nazlatan Ukhra Kasuba, Jumat (15/5/2026). Warga berharap dukungan pemerintah dapat memperkuat sektor ekonomi desa yang selama ini bertumpu pada pertanian dan perikanan.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat mengungkapkan bahwa minimnya infrastruktur penunjang membuat aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian kerap terkendala. Ketiadaan kendaraan roda tiga serta jalan tani dinilai menjadi hambatan utama ketika musim panen tiba.

“Kalau fasilitas seperti viar dan jalan tani tidak ada, hasil pertanian kami sering tidak bisa diselamatkan ketika musim panen. Padahal ini sumber penghidupan masyarakat,” ungkap warga di hadapan Nazla, sebagaimana diwartakan Halmaherapost, Jumat, (16/05/2026).

Warga menilai perhatian terhadap sektor pertanian akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mereka meminta agar kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan hingga tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.

“Harapan kami bagaimana hasil pertanian bisa terselamatkan saat panen agar dapat dijual. Kalau fasilitas diperhatikan, ekonomi masyarakat pasti bertumbuh,” ujarnya.

Selain pertanian, masyarakat Desa Doitia juga mengeluhkan terbatasnya fasilitas pendukung perikanan. Bantuan berupa mesin perahu, bodi fiber, dan alat tangkap ikan dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga.

“Ekonomi kami untuk menyekolahkan anak-anak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga hanya bergantung pada pertanian dan perikanan. Tapi banyak kelompok nelayan dan petani belum berkembang karena keterbatasan fasilitas,” keluh warga.

Persoalan lain yang disoroti adalah ancaman banjir akibat luapan sungai saat musim hujan. Warga meminta pembangunan bronjong penahan sungai guna melindungi permukiman dari risiko kerusakan yang lebih besar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Malut, Nazlatan Ukhra Kasuba, menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa dalam menyiapkan data kebutuhan yang akurat sebagai dasar pengajuan program kepada pemerintah.

“Data dan administrasi itu penting sebagai dasar perjuangan ke pemerintah, baik ke gubernur, wakil gubernur maupun dinas terkait. Jadi kebutuhan masyarakat yang diperjuangkan benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan,” kata Nazla.

Menurutnya, kelengkapan data menjadi faktor penting agar program dan anggaran yang dialokasikan pemerintah dapat tepat sasaran serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Aspirasi yang disampaikan warga Doitia menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur ekonomi dan mitigasi bencana di wilayah pedesaan. Warga berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi desa dapat berkembang lebih optimal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Wabup Klungkung Dorong Desa Wisata Cari Pasar Sendiri

PDF đź“„KLUNGKUNG – Pengelola desa wisata di Kabupaten Klungkung didorong untuk memperkuat kemandirian dalam pengelolaan …

Didesak Warga, Relokasi Eks Pasar Wisata Pangandaran Abaikan Tahapan Ideal

PDF đź“„PANGANDARAN – Proyek relokasi warga eks Pasar Wisata Pangandaran di Desa Sukahurip menuai sorotan …

Harga Lebih Hemat, Pasar Murah Malinau Bantu Ringankan Beban Warga

PDF đź“„MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menggelar pasar murah di Taman Jajok, Desa Malinau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *