KABUPATEN BEKASI – Upaya penyelamatan lahan pertanian dan aktivitas nelayan di wilayah pesisir utara terus dipercepat. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane (Cilicis) memastikan akan menurunkan alat berat untuk mengatasi pendangkalan di Muara Ciherang, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, setelah sedimentasi parah menghambat aliran air dan memicu masuknya air pasang ke kawasan pertanian.
Langkah darurat tersebut diambil usai tim BBWS Cilicis melakukan survei lapangan bersama sekitar 150 petani dan nelayan setempat pada Selasa (19/5/2026). Hasil verifikasi menunjukkan kedalaman air di muara hanya tersisa sekitar 20 sentimeter akibat endapan lumpur yang mencapai ketebalan sekitar 80 sentimeter.
Kepala BBWS Cilicis Ahmad Victor Samodra mengatakan kondisi Muara Ciherang saat ini menjadi prioritas penanganan karena berpotensi mengganggu sektor pertanian dan perikanan masyarakat pesisir.
“Sebagai penanganan sementara, dalam waktu dekat kami akan menurunkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi guna mengatasi pendangkalan,” kata Ahmad.
Menurutnya, pengerukan menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu penyusunan rencana induk (grand design) penanganan menyeluruh yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Program penanganan permanen ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 mendatang, sebagaimana diberitakan Poskota, Kamis (21/05/2026).
Dukungan terhadap rencana tersebut datang dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pantai Harapan Jaya dan masyarakat setempat. Kepala Desa (Kades) Pantai Harapan Jaya Mahir Nurmawan menyatakan kesiapan untuk mengawal pelaksanaan program yang dinilai penting bagi keberlangsungan ekonomi warga.
“Kami mendukung serta siap mengawal pihak BBWS Clilicis agar program Bendungan Muara Ciherang, dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya Desa Pantai Harapan Jaya,” tuturnya.
Perwakilan petani wilayah utara Bekasi, Jejen Zaenudin, juga menyambut positif rencana pengerukan darurat tersebut. Menurutnya, percepatan penanganan sedimentasi memberikan harapan bagi petani dan nelayan yang selama ini terdampak pendangkalan muara.
Penanganan Muara Ciherang diharapkan menjadi langkah awal pemulihan fungsi aliran sungai sekaligus perlindungan kawasan pertanian pesisir dari ancaman banjir rob dan intrusi air laut. Dengan normalisasi muara serta rencana pembangunan bendungan, produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat setempat diharapkan dapat meningkat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara