BANGGAI – Gerakan pengendalian hama tikus mulai digencarkan di Desa Serese, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai sebagai langkah antisipasi menghadapi musim tanam padi 2026. Kegiatan yang melibatkan petani, pemerintah desa, dan tim teknis pertanian itu ditujukan untuk menekan potensi serangan hama sejak dini agar produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.
Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, di area persawahan Desa Serese dengan cakupan lahan mencapai 25 hektare. Kegiatan tersebut diprakarsai Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Banggai bersama Penyuluh Pertanian Kecamatan Masama.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) bersama Tim Teknis Proteksi TPH Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Serese, serta Kepala Desa (Kades) Serese.
Pelaksanaan pengendalian dilakukan secara gotong royong bersama anggota Kelompok Tani Maju Bersama dan Kelompok Tani Pamuli Jaya. Metode yang digunakan adalah gropyokan pada awal musim tanam guna mengurangi populasi tikus sebelum berkembang lebih luas dan mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Selain melakukan pengendalian langsung di lapangan, petani juga menerima bantuan sarana pengendalian berupa belerang batangan dan racun tikus berbentuk umpan dari UPT Proteksi TPH Sulteng. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada petani sebagai dukungan terhadap pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di wilayah Masama.
Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran petani untuk menerapkan pengendalian hama secara terpadu dan berkelanjutan. Kegiatan serupa juga dijadwalkan berlangsung di Desa Minangandala sehingga total luas lahan yang menjadi sasaran pengendalian mencapai 50 hektare.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Masama, Ramli Ukas, mengatakan langkah pencegahan sebelum musim tanam menjadi strategi paling efektif untuk menekan populasi tikus.
“Memang lebih baik dilakukan jelang musim tanam seperti ini, kalau sudah selesai tanam, nanti tikusnya sudah terlanjut banyak, sulit dikendalikan,” tuturnya, sebagaimana diberitakan Beritabanggai, Kamis, (21/05/2026).
Ia menambahkan, kegiatan pengendalian akan terus dilakukan di seluruh desa di Kecamatan Masama, terutama menjelang musim tanam berikutnya guna menjaga produktivitas pertanian dan mengurangi risiko kerugian petani akibat serangan hama. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara