JOMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menargetkan seluruh luas tanam padi seluas 8.800 hektare pada Mei 2026 dapat terealisasi 100 persen melalui gerakan percepatan tanam yang digelar di Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang. Program ini menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap swasembada pangan berkelanjutan sekaligus upaya meningkatkan produksi beras di Jawa Timur.
Gerakan percepatan tanam yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026 tersebut melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang bersama sejumlah pemangku kepentingan pertanian. Kegiatan dipusatkan di area persawahan Desa Tampingmojo yang menjadi salah satu wilayah penyangga produksi pangan di Kabupaten Jombang (Jombang).
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Jombang Moch Rony mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan memperbesar hasil produksi padi di daerah.
“Harapannya dengan percepatan tanam ini, indeks tanam akan bertambah dan produksi padi pun ikut meningkat. Ini bentuk kesiapan Kabupaten Jombang menyambut program strategis pemerintah,” ujar Rony.
Menurutnya, hingga pertengahan Mei 2026 realisasi luas tanam telah mencapai sekitar 8.051 hektare atau setara 90 persen dari target yang ditetapkan.
“Insya Allah bulan Mei ini, target 8.800 hektare akan tercapai 100 persen. Dimana dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Kabupaten Jombang berada di peringkat ketiga untuk capaian luas tanam dan luas panen,” pungkasnya sebagaimana diberitakan Afederasi, Kamis, (21/05/2026).
Selain mendorong percepatan tanam, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi Jombang terhadap ketahanan pangan nasional. Kehadiran pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tembelang menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan produksi pertanian.
Sementara itu, Penanggung Jawab (Pj) Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Yuris Tiyanto menjelaskan Kecamatan Tembelang selama ini telah mampu melaksanakan tiga kali musim tanam dalam setahun. Karena itu, gerakan percepatan tanam diharapkan dapat menjaga bahkan meningkatkan produktivitas pertanian yang telah berjalan.
“Hari ini kita memberikan semangat kepada petani. Dampaknya, dengan menanam tiga kali, produksi meningkat. Insya Allah ini mendukung swasembada pangan berkelanjutan, khususnya di Jombang dan umumnya di Jawa Timur,” tegas Yuris.
Ia menambahkan keberhasilan program swasembada pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa dan petani. Dengan optimalisasi lahan serta percepatan masa tanam, produksi beras diharapkan terus meningkat di tengah tantangan kebutuhan pangan yang semakin besar.
Gerakan percepatan tanam ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Jombang sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Jatim sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara