TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyalurkan bantuan pangan kepada 750 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di 10 desa dan kelurahan prioritas sebagai bagian dari upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem serta penanganan stunting pada 2026. Program yang berlangsung selama lima hari itu menyasar wilayah dengan tingkat kerentanan gizi dan kemiskinan yang menjadi fokus intervensi pemerintah daerah.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 794 Tahun 2025 tentang Penetapan Desa/Kelurahan Lokus Prioritas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2026. Program tersebut juga mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang 2025–2029 dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan bantuan pangan yang diberikan merupakan langkah terukur untuk memastikan kebutuhan pangan keluarga rentan tetap terpenuhi.
“Penyaluran bantuan pangan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan langkah intervensi spesifik yang terukur dari pemerintah daerah untuk memastikan hak pangan dasar masyarakat terpenuhi, khususnya bagi keluarga rentan,” ujarnya.
Abdul Munir menjelaskan program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang itu mulai disalurkan sejak Senin, 18 Mei 2026. Paket bantuan dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak, khususnya balita yang berisiko mengalami stunting.
“Melalui pemanfaatan beras Nutri Zinc dan tambahan protein hewani, kami optimistis program ini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan status gizi balita dan mempercepat target zero stunting serta penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang,” jelasnya sebagaimana diberitakan Bagusnews, Kamis, (21/05/2026).
Secara keseluruhan, bantuan diberikan kepada 750 KRS yang dibagi dalam empat tahap penyaluran di 10 desa dan kelurahan prioritas. Pada tahap awal, distribusi dilakukan di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, dan Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler, dengan masing-masing desa menerima alokasi untuk 75 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setiap paket bantuan berisi bahan pangan bergizi yang terdiri atas 1 kilogram daging ayam, 500 gram kacang hijau, 1 kilogram gula pasir, 2 kilogram beras Nutri Zinc, serta 1 liter minyak goreng.
“Setiap paket intervensi gizi ini terdiri dari komponen pangan esensial, seperti 1 kg daging ayam, 500 gram kacang hijau, 1 kg gula pasir, 2 kg beras Nutri Zinc yang kaya kandungan gizi pencegah stunting, dan 1 liter minyak goreng,” terang Abdul Munir.
Salah seorang penerima manfaat, Ibu Uun, mengaku bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi anaknya yang sebelumnya mengalami masalah berat badan.
“Alhamdulillah, kebutuhan gizi anak saya bisa terpenuhi dengan adanya bantuan ini. Anak saya sempat kurang berat badan dan susah makan, walaupun rutin ke Posyandu. Sekarang kondisinya sudah sangat terbantu dan kembali normal. Peran dan bantuan pemerintah seperti ini sangat penting untuk pemenuhan gizi anak,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlanjut ke Desa Mekarsari, Desa Sukatani, Desa Gempol Sari, Kelurahan Salembaran Jaya, Kelurahan Pakuhaji, Desa Gaga, Desa Pangkalan, dan Desa Kebon Cawu. Pemkab Tangerang berharap program tersebut mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah prioritas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara