Penguatan Dolar Tak Goyahkan Desa, Mentan Andalkan Sektor Pertanian

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ekonomi desa di tengah menguatnya nilai dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, ketahanan sektor pangan domestik membuat masyarakat desa tidak terlalu terdampak oleh gejolak ekonomi global karena sebagian besar kebutuhan pokok diproduksi di dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Ia menilai desa-desa yang bertumpu pada sektor pertanian memiliki daya tahan ekonomi yang kuat karena aktivitas produksi pangan tetap berjalan meskipun terjadi dinamika nilai tukar mata uang internasional.

Amran menjelaskan bahwa sejumlah faktor turut menjaga stabilitas ekonomi petani, di antaranya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak mengalami kenaikan serta harga pupuk yang cenderung menurun. Kondisi tersebut dinilai membantu mengurangi beban biaya produksi sektor pertanian.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan produksi pangan nasional yang didominasi hasil pertanian dalam negeri menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi pedesaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sektor pertanian pada 2025 mencapai Rp756,59 triliun atau meningkat Rp166 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ekspor kita naik sebesar Rp166 triliun, sementara impor justru turun Rp41 triliun,” ujar Amran, sebagaimana dilansir Media Kampung, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian mampu berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Amran juga menyebut berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, telur, ayam, cabai, dan bawang berasal dari produksi petani dan peternak di desa. Pemerintah mencatat delapan komoditas strategis telah mencapai swasembada, yakni beras, jagung, bawang merah, cabai, telur ayam ras, daging ayam ras, gula konsumsi, dan minyak sawit.

“Desa adalah pusat pertanian, sehingga dampak positif penguatan ekonomi jauh lebih terasa di sana,” tambah Amran.

Selain menjaga produksi pangan, pemerintah terus mendorong hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Komoditas yang menjadi fokus pengembangan antara lain kelapa, kakao, kopi, lada, dan sawit.

Menurut Amran, penguatan dolar justru dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor produk olahan Indonesia ke pasar internasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang bergantung pada sektor pertanian. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Wisata Sawundarek Diperkuat Lewat Pelatihan Pariwisata Berkelanjutan

PDF đź“„RAJA AMPAT – Pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang …

Akses KB Berkualitas Diperluas, Desa-Desa di Pandawan Jadi Sasaran

PDF đź“„BARABAI – Kolaborasi antara Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Pandawan dan Ikatan Bidan …

Hoaks dan Politik Uang Jadi Sorotan Menjelang Pilkades Bone

PDF đź“„BONE – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) 2026, Kepolisian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *