Sentra Ternak Sapi Wulo Kolong Berbatasan Hutan, KPH Beri Peringatan

FLORES TIMUR – Pengembangan sentra peternakan 700 ekor bibit Sapi Bali di Dusun Wulo Kolong, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, mendapat perhatian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Flores Timur. Meski lokasi seluas 200 hektare yang disiapkan untuk peternakan berada di luar kawasan hutan, pengelola dan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Flores Timur diingatkan untuk memastikan seluruh aktivitas peternakan tidak berdampak pada kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan area tersebut.

Kepala UPTD KPH Wilayah Flores Timur, Vinsensius Florianus Keladu, mengatakan pihaknya telah melakukan survei dan analisis lapangan bersama Disbunter sejak Oktober 2025 guna memastikan status lahan yang akan digunakan sebagai sentra pengembangan ternak sapi.

“Disbunter di tanggal 1 Oktober 2025 lalu telah mengajukan permohonan bantuan personel kami untuk bersama dengan mereka melakukan survei lokasi, baik melalui surat maupun komunikasi lisan,” kata Vinsensius Keladu sebagaimana diberitakan Flores Terkini, Rabu (20/05/2026).

“Selanjutnya pada tanggal 13 Oktober 2025, tim kami bergabung dengan tim Disbunter menuju lokasi dan melakukan survei serta analisis lapangan. Tim kami menggunakan Avenza Maps dalam giat survei lokasi di hamparan Padang Wulo Kolong, Desa Lamatutu tersebut,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil survei dan analisis lapangan, KPH Flores Timur kemudian menerbitkan surat pernyataan bebas kawasan hutan pada 15 Oktober 2025 untuk area seluas 200 hektare yang akan dimanfaatkan sebagai sentra peternakan sapi.

Menurut Vinsensius Keladu, kawasan peternakan tersebut berada di luar kawasan hutan, namun berbatasan langsung dengan kawasan hutan Umo Rodo Ile Budi yang tercatat sebagai Register Tanah Hutan (RTH) 128. Karena itu, KPH Flores Timur meminta seluruh tahapan pengembangan peternakan memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dan keamanan kawasan hutan.

“Dusun Wulo Kolong, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, merupakan salah satu wilayah atau desa yang berada di sekitar kawasan hutan, namanya Umo Rodo Ile Budi, RTK 128,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum survei dilakukan, tim KPH Flores Timur telah mengarahkan agar pengukuran dan peninjauan lokasi dimulai pada jarak sekitar 200 meter dari batas kawasan hutan guna menghindari potensi tumpang tindih pemanfaatan lahan.

KPH Flores Timur juga berharap dapat terus dilibatkan dalam tahapan lanjutan proyek peternakan tersebut, termasuk proses verifikasi dokumen lingkungan berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), sehingga dapat memberikan masukan terkait pola pemeliharaan ternak yang tidak merusak kawasan hutan di sekitarnya.

“Kami mengapresiasi pihak Disbunter atas jalinan koordinasi yang sangat baik ini. Semoga dalam tahapan selanjutnya semisal pada verifikasi atau penilaian terhadap UPL/UKL kami pun dilibatkan agar bisa memberikan saran, termasuk skema pemeliharaan bibit-bibit sapi itu agar tidak mengganggu atau merusak kawasan hutan yang berbatasan dengan sentra peternakan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Disbunter Flores Timur menyiapkan skema pemeliharaan 700 ekor bibit Sapi Bali dengan sistem rotasi atau berpindah lokasi penggembalaan. Skema tersebut dipilih karena pembangunan kandang permanen untuk seluruh ternak membutuhkan anggaran yang sangat besar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bioskop Desa Jadi Solusi Baru bagi Rumah Produksi Kecil di Indonesia

PDF đź“„JAKARTA – Usulan pembangunan 1.000 layar bioskop desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara …

Adat dan Desain Bangunan Jadi Dasar Pembangunan Kopdes Merah Putih di Pati

PDF đź“„PATI – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten …

Rehabilitasi Pesisir Meranti, Pembibitan Mangrove Kini Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

PDF đź“„KEPULAUAN MERANTI – Upaya rehabilitasi kawasan pesisir berbasis masyarakat terus diperkuat di Desa Mayang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *