PARIGI MOUTONG – Banjir yang melanda Desa Sialopa, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), menyebabkan delapan kepala keluarga (KK) terdampak dan merendam sejumlah fasilitas umum, termasuk pondok bersalin desa (Polindes) serta masjid setempat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga membutuhkan dukungan logistik pascabencana.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 13.00 WITA setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Moutong dan menyebabkan sungai meluap ke kawasan permukiman.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), banjir menerjang Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Sialopa. Masing-masing dusun mencatat empat KK terdampak sehingga total terdapat delapan KK yang terkena dampak langsung.
Selain rumah warga, genangan air juga memasuki satu unit Polindes dan satu unit masjid yang berada di desa tersebut. Kondisi itu sempat mengganggu aktivitas masyarakat sebelum air berangsur surut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulteng segera melakukan asesmen serta koordinasi penanganan di lokasi kejadian guna memastikan kebutuhan warga dapat segera dipenuhi.
“Kebutuhan mendesak saat ini berupa logistik penanggulangan bencana,” demikian laporan resmi BPBD Sulteng, sebagaimana diberitakan Butol Post, Rabu (20/05/2026).
BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut. Setelah debit air menurun, masyarakat mulai membersihkan rumah dari lumpur dan material yang terbawa arus banjir.
Laporan yang ditandatangani Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, juga menyebutkan kondisi banjir telah surut. Namun, warga tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dan memicu banjir susulan di wilayah rawan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara