KANDANGAN – Banjir kiriman dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) merendam sejumlah rumah warga di Loknyiur, Desa Bamban, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), sejak Minggu (17/05/2026) malam. Warga terdampak menyebut banjir kali ini menjadi yang terparah karena air untuk pertama kalinya masuk hingga ke dalam rumah.
Luapan air berasal dari wilayah hulu di Kecamatan Haruyan, HST, kemudian melintasi jalan desa dan menggenangi permukiman warga di RT 2 RW 1 Loknyiur. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memaksa warga memindahkan barang-barang ke tempat lebih aman.
Salah seorang warga terdampak, Tukacil, mengatakan debit air mulai naik sejak Minggu sore dan terus bertambah hingga dini hari.
“Sekitar pukul 02.00 Wita masuk rumah. Semua ruangan terendam. Rumah saya yang pertama terdampak,” katanya sebagaimana diwartakan Banjarmasin Post, Selasa (19/05/2026).
Menurut Tukacil, kawasan Loknyiur RT 2 memang kerap terdampak banjir kiriman. Namun, kejadian tahun ini dinilai berbeda karena air mencapai bagian dalam rumah warga.
“Jarang terjadi banjir kiriman sampai ke dalam rumah. Tahun ini saja yang sampai masuk,” ujarnya.
Meski debit air mulai menurun, warga masih kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Sejumlah keluarga bahkan bersiap mengungsi apabila ketinggian air kembali meningkat.
Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Bamban bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS telah mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan jumlah rumah dan warga terdampak banjir.
Banjir kiriman juga berdampak pada wilayah Kabupaten HST. Luapan Sungai Barabai merendam sejumlah kawasan pusat kota hingga Senin siang, di antaranya Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, Bungur, Munti Raya, hingga Jalan PM Noor.
Warga Kelurahan Barabai Timur, Hendra Ansari, mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sejak Senin subuh dengan ketinggian mencapai sekitar 10 sentimeter di dalam rumah dan setinggi pinggang orang dewasa di luar rumah.
“Di dalam rumah sekitar 10 sentimeter. Kalau di luar rumah setinggi pinggang orang dewasa. Barang-barang sudah diamankan ke tempat lebih tinggi,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST, Fitriadi, menyebut pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak banjir.
“Tim masih di lapangan melakukan monitoring. Sejauh ini yang terjadi merupakan luapan sungai akibat tingginya debit air,” jelasnya.
Banjir tersebut juga mendapat perhatian dari aparat keamanan. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) HST Jupri JHP Tampubolon bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 1002/HST Ardiansyah Okta Putra Siregar meninjau lokasi terdampak di Desa Munti Raya dan Kelurahan Barabai Darat.
Dalam peninjauan itu, aparat TNI dan Polri menyalurkan bantuan sosial berupa satu ton beras kepada warga terdampak banjir. Kapolres HST mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Segera lapor kami jika membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 1002/HST menyatakan koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan banjir berjalan maksimal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara