BADUNG – Upaya penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Adat Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, semakin diperkuat melalui dukungan fasilitas baru berupa mesin pencacah sampah dan 1.781 bag komposter yang dibagikan kepada warga. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat pemilahan sampah rumah tangga sekaligus mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah setempat.
Penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta di Wantilan Pura Desa Adat Sempidi, Jumat (8/5/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, perangkat desa, hingga tokoh adat.
Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa penguatan sistem pengelolaan sampah di Sempidi menjadi prioritas karena wilayah tersebut berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan pusat pemerintahan daerah.
“Saat ini posisi kami masih melakukan monitoring dan evaluasi atau monev perkembangan kondisi air dari jam ke jam,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Meski pernyataan tersebut sebelumnya digunakan dalam konteks pemantauan, dalam agenda ini ia menegaskan fokus pemerintah tetap pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan di tingkat desa.
Ia juga menyampaikan bahwa Desa Adat Sempidi telah menunjukkan inisiatif melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R serta kerja sama dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah.
“Untuk jangka pendek, kami juga berencana mendatangkan tiga unit alat Refuse Derived Fuel (RDF) yang dijadwalkan tiba pada bulan Juli dan akan dioperasikan di TPST 3R Mengwi untuk mengolah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif,” ujar Wabup Badung sebagaimana dilansir Balipuspanews, Jumat (08/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan 1.781 bag komposter untuk setiap kepala keluarga di Desa Adat Sempidi serta satu unit mesin pencacah sampah bantuan CSR dari PT Anugrah (PT Wings). Mesin tersebut memiliki kapasitas pengolahan lebih dari satu ton sampah per jam dengan potensi operasional hingga sembilan ton per hari.
Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan menegaskan komitmen masyarakat dalam memperkuat pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Kami bersama masyarakat berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam penanganan sampah, sehingga pemilahan dari sumber dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan fasilitas dan kolaborasi antara pemerintah, desa adat, dan sektor swasta, pengelolaan sampah di Sempidi diharapkan menjadi model penguatan sistem lingkungan berbasis komunitas di Kabupaten Badung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara