PELAIHARI – Pemerintah Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memperketat pemantauan wilayah Desa Asamasam setelah luapan Sungai Asamasam yang dipengaruhi kiriman air dari kawasan hulu pegunungan dan pasang laut mulai merendam permukiman warga serta berdampak pada ratusan kepala keluarga.
Camat Jorong, Paimun, turun langsung ke lokasi untuk memastikan perkembangan kondisi genangan yang terjadi di sejumlah titik desa pada Minggu (10/5/2026). Hasil pemantauan menunjukkan air masih mengalami kenaikan akibat kombinasi aliran kiriman dari wilayah hulu dan pengaruh pasang air laut yang diperkirakan berlangsung hingga siang hari.
“Kondisi genangan masih naik karena pasang air laut sampai jam 12.00 Wita siang nanti. Mudahan lekas surut,” ujar Paimun sebagaimana diwartakan Banjarmasin Post, Minggu (10/05/2026).
Ia menjelaskan sedikitnya enam rukun tetangga (RT), yakni RT 1, RT 6, RT 7, RT 8, RT 10, dan RT 12 terdampak luapan air. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 273 kepala keluarga (KK) mulai merasakan dampak genangan, terutama pada lantai dan halaman rumah.
Meski air sudah memasuki sebagian area permukiman, hingga saat ini belum terdapat warga yang memilih mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil melakukan upaya penyelamatan barang-barang penting secara mandiri.
“Dampaknya berupa lantai rumah tergenang dan sebagian halaman rumahnya yang terendam sehingga menyulitkan beraktivitas,” sebutnya.
Paimun menambahkan, luapan air yang terjadi merupakan dampak kiriman dari wilayah hulu pegunungan yang mengalir ke Sungai Asamasam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diperparah oleh pasang laut yang memperlambat surutnya air di kawasan hilir.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait telah menyiapkan lokasi pengungsian melalui Kampung Siaga Bencana (KSB). Koordinasi lintas sektor juga telah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, Dinas Pemadam Kebakaran, Komando Rayon Militer (Koramil), dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat.
“Kalau kondisi belum surut, titik pengungsian KSB sudah disiapkan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Tala, Damkar, Danramil dan Kapolsek,” pungkasnya.
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, terutama jika terjadi hujan di wilayah hulu. Pemantauan kondisi sungai akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan warga terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara