TAMBOLAKA – Peresmian Jembatan Cinta Kasih di wilayah yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru menjadi titik balik peningkatan konektivitas antarwilayah pedesaan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi terutama saat musim hujan.
Jembatan yang diresmikan oleh Bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla pada Minggu (10/05/2026) tersebut kini menjadi jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat dua desa. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko keterisolasian warga yang sebelumnya kesulitan melintasi aliran sungai saat curah hujan tinggi.
Ratu Wulla menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga swasta dan riset. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur DAAI TV, Vertical Rescue Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, tenaga, dan pikiran sehingga pembangunan jembatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ratu Wulla, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Minggu, (10/05/2026).
Selain menjadi penghubung fisik, jembatan ini juga dipandang sebagai simbol penguatan kolaborasi pembangunan antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan sektor riset. Pemerintah Kabupaten SBD menilai bahwa pola kerja sama semacam ini menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan dan pedesaan.
Lebih jauh, keberadaan Jembatan Cinta Kasih diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan masyarakat desa. Akses yang lebih aman dan cepat diyakini dapat meningkatkan produktivitas warga serta memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha kecil di dua desa tersebut.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan infrastruktur ini secara berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat, jembatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga penggerak utama peningkatan kualitas hidup warga di kawasan pedesaan SBD. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara