SEMARANG – Desa Wisata Kandri di Kota Semarang menjadi pusat pertukaran budaya internasional ketika puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara mengikuti program Summer Course Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 yang menghadirkan pengalaman langsung kehidupan pedesaan Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya, Minggu (10/05/2026).
Kegiatan yang melibatkan sekitar 134 hingga 136 peserta dari 28 negara ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal melalui aktivitas membatik, menari tradisional, melukis caping, merawat sumber mata air atau sendang, beternak kambing, hingga turun langsung ke sawah dan menangkap ikan lele.
Program tersebut menjadi ruang interaksi lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan kehidupan masyarakat desa, sekaligus memperlihatkan bagaimana kearifan lokal dapat menjadi media diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyebutkan bahwa kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami budaya Indonesia secara teori, tetapi juga mengalami langsung kehidupan masyarakat desa sebagai bentuk pembelajaran kontekstual, sebagaimana dilansir Jawa Pos, Minggu, (10/05/2026).
“Beragam kegiatan budaya Indonesia diperkenalkan, mulai dari membatik khas Semarang, Belajar tari tradisional, Melukis caping, merawat sendang atau mata air, terternak kambing, hingga turun langsung ke area persawahan dan Menangkap ikan lele,” demikian kutipan dalam laporan kegiatan tersebut.
Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, Desa Wisata Kandri justru tampil sebagai ruang edukasi budaya yang mempertemukan nilai tradisional dengan perspektif internasional, menjadikan desa sebagai laboratorium sosial dan budaya yang hidup.
Melalui pendekatan ini, UNNES menegaskan bahwa desa tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat pembelajaran global yang mampu memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beragam dan relevan di mata dunia.
Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai jembatan pertukaran budaya yang memperkuat pemahaman lintas negara sekaligus mendorong pengembangan desa wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara