BELITUNG – Penguatan desa wisata berbasis masyarakat dan digitalisasi menjadi strategi utama dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung, dengan dua destinasi unggulan yakni Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong yang kini semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
Upaya tersebut merupakan bagian dari program Desa Bakti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
“Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki. Semoga dukungan kami bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Hera sebagaimana dilansir Marketplus, Senin (10/05/2026).
Salah satu desa binaan yang menjadi sorotan adalah Bukit Peramun, kawasan hutan berbasis masyarakat yang terletak di pusat segitiga pariwisata Belitung, meliputi Kota Tanjung Pandan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, dan Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin.
Dengan ketinggian sekitar 129 meter di atas permukaan laut, Bukit Peramun menyuguhkan panorama hutan alami, batu granit khas Belitung, serta pemandangan Laut Cina Selatan yang menjadi daya tarik utama wisata alam.
Pengelolaan kawasan ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006, dan resmi dibuka sebagai destinasi wisata berbasis community-based tourism pada 2017 dengan prinsip keberlanjutan dan pelibatan warga lokal.
Inovasi pengelolaan digital turut menjadi keunggulan kawasan ini. Bukit Peramun bahkan ditetapkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2023, serta meraih penghargaan Green Gold pada Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.
Dari sisi kunjungan, tren wisatawan menunjukkan peningkatan. Wisatawan mancanegara tercatat naik dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025, sementara wisatawan domestik juga meningkat dari 1.356 menjadi 1.648 orang pada periode yang sama.
Selain itu, pengelola kawasan juga menerapkan teknologi seperti virtual assistant berbasis Android dan virtual guide dua bahasa untuk mendukung pengalaman wisata edukatif.
Sementara itu, Desa Wisata Kreatif Terong yang berada di wilayah pesisir utara Belitung juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif di lahan bekas tambang timah yang telah direklamasi secara swadaya.
Kawasan ini menghadirkan berbagai aktivitas seperti wisata Aik Rusa Berehun, pertunjukan seni, aktivitas UMKM, hingga tradisi makan bedulang yang menjadi identitas budaya lokal Belitung.
Tradisi makan bedulang sendiri dilakukan secara berkelompok dengan empat orang mengelilingi satu dulang berisi hidangan khas seperti gangan ikan, ayam kemiri, hingga sambal khas daerah, yang menekankan nilai kebersamaan dan etika sosial.
Ke depan, Desa Wisata Kreatif Terong juga akan menjadi bagian dari program Genera-Z Berbakti 2026 yang melibatkan mahasiswa untuk menghadirkan inovasi baru bagi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
Penguatan dua desa wisata ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan di Belitung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara