Wayang Kulit dan Kenduri Massal Meriahkan Sedekah Bumi Desa Kajar

KUDUS Tradisi Sedekah Bumi 2026 di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, dimanfaatkan warga sebagai sarana memperkuat gotong royong dan menjaga warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal Mei itu memadukan unsur religi, budaya, dan hiburan rakyat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen masyarakat.

Kegiatan Sedekah Bumi diawali pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan tradisi penyembelihan kerbau di rumah Kepala Desa (Kades) Kajar Bambang Totok Subianto. Daging hasil penyembelihan kemudian dibagikan kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan pemerataan berkah di lingkungan desa.

Warga juga mengikuti berbagai kegiatan religi seperti khataman Al-Qur’an di Aula Balai Desa serta slametan di sejumlah belik dan punden yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat. Menjelang malam, masyarakat dari berbagai dukuh berkumpul dalam kegiatan istigasah dan doa bersama untuk keselamatan desa serta kesejahteraan warga.

Kemeriahan tradisi berlanjut pada Minggu, 3 Mei 2026, melalui pertunjukan wayang kulit di Lapangan Desa Kajar dengan menghadirkan dalang muda Ki Rama Aditya. Pertunjukan tersebut membawakan lakon yang berisi pesan moral dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa.

Di sela kegiatan budaya, warga melaksanakan kenduri massal dengan membawa tumpeng dan hasil bumi untuk disantap bersama sebagai simbol rasa syukur dan persatuan masyarakat desa. Tradisi tersebut dinilai menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya menjaga semangat kebersamaan antarwarga.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, masyarakat Desa Kajar dijadwalkan menyaksikan pentas ketoprak dari grup Kidung Kencono pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Lapangan Desa Kajar. Pertunjukan seni tradisional itu juga diharapkan menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal warisan leluhur.

Bambang mengatakan tradisi Sedekah Bumi harus terus dijaga agar nilai kebersamaan dan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat modern.

“Melalui Sedekah Bumi ini, kami ingin Desa Kajar tetap dikenal sebagai desa yang menjunjung budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” pungkasnya.

Kegiatan budaya tahunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan identitas desa sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga, sebagaimana dilansir Joglo Jateng, Jumat, (08/05/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pendataan Desa di Pemalang Bertransformasi, PKK Ambil Peran Strategis

PDF đź“„PEMALANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pemalang memperkuat sistem …

Ketua Tim Posyandu Desa se-Boalemo Dikukuhkan, Pelayanan Dasar Diperkuat

PDF đź“„BOALEMO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo mempercepat pelaksanaan enam layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) …

Mobil Pickup dan Motor Roda Tiga KDMP Resmi Mengaspal di Pekalongan

PDF đź“„PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai mengoperasikan puluhan kendaraan untuk mendukung aktivitas Koperasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *