Ekonomi Desa Bangkit, Kebun Sereh Jadi Andalan

CIREBON – Transformasi lahan tidur menjadi kebun sereh di Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, kini berubah menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta keterlibatan warga dalam sektor pertanian produktif berbasis BUMDes.

Pemerintah Desa Karangsuwung bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bio Merpati mendorong pemanfaatan lahan terbengkalai menjadi kebun sereh dapur yang tersebar di empat dusun. Langkah ini tidak hanya menghidupkan kembali lahan tidak produktif, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis pertanian.

Program tersebut mulai menunjukkan hasil nyata dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada peningkatan pendapatan desa dan keterlibatan warga dalam pengelolaan komoditas sereh yang kini memiliki nilai jual stabil di pasar lokal maupun luar daerah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi desa berbasis potensi alam.

Kuwu Desa Karangsuwung Arif Nurdiansyah menegaskan bahwa program ini menjadi bukti bahwa lahan tidak produktif dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru. “Pemanfaatan lahan tidak produktif ini mulai membuahkan hasil. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, juga menambah PADes,” ujarnya, Rabu (06/05/2026) sebagaimana diberitakan Fajar Cirebon, Rabu (06/05/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan ke depan masih sangat terbuka luas dan pihak desa mendorong BUMDes untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi ekspansi budidaya dianggap masih besar mengingat ketersediaan lahan desa yang belum tergarap maksimal.

“Masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Kami harap pengembangan terus dilakukan agar hasilnya lebih maksimal,” tegasnya.

Keunggulan program ini terletak pada konsep zero waste atau tanpa limbah, di mana seluruh bagian tanaman sereh dimanfaatkan. Batang sereh dipasarkan sebagai bahan baku kebutuhan rumah tangga dan industri kecil, sementara daun yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomi.

“Semua bagian sereh dimanfaatkan, termasuk daunnya yang juga memiliki nilai jual,” jelas Arif.

Model pengelolaan ini dinilai menjadi contoh nyata inovasi desa dalam memaksimalkan potensi lokal sekaligus mendorong ekonomi sirkular di tingkat desa. Selain meningkatkan pendapatan warga, program ini juga memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PPGI Kebumen dan Pemdes Sampang Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Gula Semut

PDF đź“„KEBUMEN – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa menuju pasar internasional mulai digerakkan …

Lopak Alay Bidik Status Sentra Ikan Air Tawar Jambi

PDF đź“„MUARO JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa terus dilakukan …

Jagung Pipil di Desa Lirik Area Siap Panen, Dorong Kesejahteraan Warga

PDF đź“„INDRAGIRI HULU – Pemanfaatan lahan tidak produktif melalui skema pinjam pakai antara perusahaan, kepolisian, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *