Dari 90 ke 6: Realita Pengembangan Desa Wisata di Cirebon

CIREBON – Upaya pengembangan desa wisata di Kabupaten Cirebon (Cirebon) menunjukkan ketimpangan signifikan, setelah hanya enam dari total 90 desa wisata yang berhasil mencapai kategori unggulan sesuai standar nasional, sementara puluhan lainnya masih tertahan pada tahap pengembangan awal.

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cirebon mencatat, meski sekitar 20 desa memiliki potensi besar, hanya sebagian kecil yang mampu memenuhi indikator ketat yang ditetapkan pemerintah pusat melalui program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Cirebon, Dadan Subandi, menjelaskan bahwa proses penetapan desa wisata unggulan dilakukan berdasarkan parameter terukur dan tidak bersifat subjektif.

“Penetapan desa wisata unggulan mengacu pada kriteria dari Kementerian Pariwisata melalui program ADWI,” ujar Dadan sebagaimana diberitakan Tribun Cirebon, Sabtu, (02/05/2026).

Ia menambahkan, aspek penilaian mencakup standar Cleanliness, Health, Safety, serta Environmental Sustainability (CHSE) yang menjadi tolok ukur utama kualitas destinasi wisata.

“Penilaian tersebut mencakup aspek CHSE, yakni Cleanliness, Health, Safety, serta Environmental Sustainability,” ucapnya.

Menurutnya, penerapan standar tersebut menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan dan kenyamanan wisatawan.

“Standar ini menjadi kunci agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” jelas dia.

Adapun enam desa yang telah memenuhi kriteria unggulan tersebut meliputi Desa Gegesik Kulon, Cikalahang, Belawa, Mundu Pesisir, Talun, dan Pengarengan. Masing-masing desa memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda, mulai dari kekayaan budaya hingga potensi ekowisata.

Desa Gegesik Kulon menonjol dalam sektor seni tradisional seperti tari topeng, sintren, dan wayang kulit, bahkan telah meraih penghargaan tingkat nasional. Sementara Desa Cikalahang menawarkan wisata alam berbasis keluarga dengan fasilitas pendukung seperti area pemancingan dan sentra kuliner.

Di sisi lain, Desa Belawa mengembangkan konsep konservasi kura-kura dengan pengelolaan berbasis perlindungan satwa.

“Pengunjung tidak diperbolehkan berinteraksi bebas dengan kura-kura. Ini penting agar satwa tidak stres,” katanya.

Desa Mundu Pesisir dan Pengarengan mengandalkan ekowisata mangrove, sedangkan Desa Talun berkembang melalui sektor wisata kuliner yang terus meningkat.

Ke depan, Disbudpar Cirebon berencana mendorong desa wisata untuk berpartisipasi dalam ajang nasional yang kemungkinan akan berganti nama menjadi Wonderful Indonesia Award (WIA) sebagai bentuk rebranding dari ADWI.

“Untuk dapat mengikuti program tersebut, desa harus melalui proses pengajuan dan evaluasi oleh Kementerian Pariwisata, termasuk audit terhadap kesiapan destinasi,” ujarnya.

Kepala Disbudpar Cirebon, Fajar Sutrisno, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh desa wisata guna menentukan arah kebijakan pengembangan yang lebih terarah.

“Evaluasi ini bertujuan untuk mengelompokkan desa berdasarkan tingkat perkembangan, mulai dari yang berkembang, stagnan, hingga yang memiliki potensi unggulan,” ucap Fajar.

Ia menambahkan, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menetapkan prioritas pembangunan sektor pariwisata desa.

“Dari hasil evaluasi nanti, akan ditentukan desa-desa mana yang menjadi prioritas pengembangan agar lebih fokus dan optimal,” jelas dia.

Fajar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kemajuan desa wisata.

“Semua pihak harus terlibat. Dengan kolaborasi yang kuat, desa wisata di Kabupaten Cirebon bisa menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Wae Rebo, Destinasi Impian dengan Nuansa Tradisi yang Kuat

PDF đź“„MANGGARAI – Daya tarik Desa Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), …

Desa Balobone Jadi Pusat Kreativitas Lewat Camping Kreatif 2026

PDF đź“„BUTON TENGAH – Upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi mulai digencarkan di wilayah …

Banyuasri Siap Jadi Ikon Wisata Konservasi Tukik di Buleleng

PDF đź“„BULELENG – Pengembangan wisata berbasis konservasi mulai diarahkan menjadi strategi baru di Desa Adat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *