SPPG Desa Jagir Tuai Protes Akibat Dugaan Limbah Tak Terkelola

NGAWI – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, memicu sorotan warga akibat persoalan sanitasi yang belum memenuhi standar. Aktivitas operasional fasilitas tersebut disebut menimbulkan gangguan lingkungan berupa bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Keluhan warga mencuat setelah tidak tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di fasilitas SPPG yang beroperasi di wilayah desa tersebut. Kondisi ini disebut semakin memburuk terutama saat musim hujan, ketika aroma menyengat dari dugaan limbah produksi semakin terasa di lingkungan permukiman.

Perwakilan warga menilai pengelolaan limbah di fasilitas tersebut belum memenuhi standar kelayakan operasional. “SPPG kalau tidak mempunyai IPAL lebih baik ditutup saja daripada membuat lingkungan tidak sehat. Kalau belum siap jangan dipaksakan, kasihan warga yang terdampak bau busuknya,” ujar perwakilan lingkungan setempat,” sebagaimana diberitakan Penarakyatnews, Sabtu (02/05/2026).

Warga juga menyoroti langkah penanganan sementara berupa penyedotan limbah dua kali dalam sepekan yang dinilai belum menjadi solusi permanen. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait kesiapan infrastruktur pendukung program MBG, khususnya dalam aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

SPPG Desa Jagir diketahui bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Jendela Kebaikan dalam pelaksanaan program tersebut. Ketua SPPG Desa Jagir, Fajar Qoiriyah, yang juga dikenal dengan nama Irin, belum memberikan penjelasan rinci terkait persoalan tersebut. “Terkait hal ini bisa langsung menghubungi Pak Slamet,” ungkap Irin singkat.

Namun, upaya konfirmasi kepada pihak yang disebutkan belum mendapatkan respons. Slamet menyampaikan melalui pesan singkat bahwa dirinya baru dapat memberikan keterangan pada hari kerja berikutnya. Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Ngawi juga belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga maupun evaluasi operasional fasilitas tersebut.

Kondisi ini mendorong perhatian publik terhadap pentingnya pengawasan standar sanitasi dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ngawi dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh agar program MBG tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan masyarakat desa.

Ke depan, keberadaan fasilitas pengolahan limbah dinilai menjadi aspek krusial agar program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat dapat berjalan sejalan dengan perlindungan kesehatan lingkungan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tanggul Jebol, Akses Paseban–Melikan Terputus Total

PDF đź“„KLATEN – Penanganan darurat kerusakan tanggul Sungai Dengkeng di Kabupaten Klaten terpaksa ditunda akibat …

Crossway TMMD Tak Bertahan, Warga Minta Jembatan Segera Dibangun

PDF đź“„BORONG – Akses vital menuju tiga desa di Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) …

Pemulihan Akses Wisata Guci, Jembatan Darurat Mulai Dikerjakan

PDF đź“„TEGAL – Akses vital penghubung Desa Guci dan Desa Rembul di Kabupaten Tegal mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *