TUBAN – Upaya pencegahan stunting di tingkat desa diperkuat melalui pelatihan budidaya akuaponik bagi kader posyandu di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang difasilitasi Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) sebagai bagian dari program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Pelatihan yang digelar di Balai Desa Mentoso pada Minggu, 26 April 2026, diikuti 59 kader dari Desa Mentoso dan Desa Rawasan. Program ini bertujuan mendorong kemandirian pangan berbasis rumah tangga melalui penyediaan sumber protein hewani dan sayuran secara berkelanjutan.
Kegiatan difokuskan pada praktik langsung sistem akuaponik sederhana yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem. Para kader dari Pondok Bersalin Desa (Polindes) Cipta Manunggal Mentoso dan Polindes Mitra Asih Rawasan mendapatkan pendampingan teknis dari Kampoeng Tani Tuban untuk mengimplementasikan metode tersebut di lingkungan masing-masing.
Kepala Desa (Kades) Mentoso, Eko Hariyanto, mengapresiasi program tersebut sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan warga. “Terima kasih Pertamina (PRPP) atas inisiatifnya, kami berharap agar program ini dapat didampingi sehingga manfaat akuaponik ini dapat dirasakan seluas-luasnya,” ujarnya sebagaimana diberitakan Ketik, Minggu, (26/04/2026).
Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Rawasan, Dwi, menilai program ini akan berdampak langsung pada pemenuhan gizi kelompok rentan. “Kami harap pelatihan pengelolaan akuaponik ke depan dapat diimplementasikan kader posyandu dalam penyediaan sumber makanan tambahan bagi balita, ibu menyusui dan ibu hamil,” katanya.
Perwakilan perusahaan menyebut program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang telah berjalan sejak 2024 melalui inisiatif “Cantik di Hati”. Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar Proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban.
Senior Officer Corporate Social Responsibility (CSR) PRPP, Yuli Witantra, menjelaskan bahwa pelatihan akuaponik merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah diterapkan di desa lain di wilayah Tuban.
Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) PRPP, Reizaldi Gustino, menegaskan pentingnya investasi kesehatan sejak dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. “Generasi muda sekitar area Proyek GRR Tuban nantinya akan menjadi calon pemimpin dan ujung tombak pembangunan Indonesia di masa mendatang, oleh karena itu penting sekali untuk memastikan kualitas kesehatan masyarakat bahkan sejak usia dini,” tulisannya.
Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan mental sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus menekan angka stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan di tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara