TRENGGALEK – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang menyasar Desa Sukorejo dan Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, resmi berjalan dengan fokus percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi strategi utama untuk membuka akses wilayah, meningkatkan kualitas hidup warga desa, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan berbasis gotong royong.
Program TMMD ke-128 tersebut melibatkan pembangunan fisik berupa jalan, rumah layak huni, air bersih, jambanisasi, hingga pengairan sawah. Anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp1 miliar lebih dan ditargetkan rampung pada 22 Mei 2026 setelah melalui tahap pra-pelaksanaan untuk mengantisipasi kendala teknis dan cuaca.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa TMMD terbukti efektif sebagai model pembangunan berbasis kolaborasi lintas sektor.
“Sinerginya antara TNI dan pemerintah daerah itu pasti, karena anggaran juga dari kita. Untuk mencapai maksimalnya pembangunan, program seperti ini harus kita laksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep gotong royong menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program tersebut karena melibatkan langsung masyarakat desa sebagai pelaku sekaligus penerima manfaat pembangunan.
“Kalau dilihat, hasilnya macam-macam. Jalan hampir 1 kilometer, pembangunan rumah layak huni, air bersih, pengairan sawah, dan lainnya. Sangat luar biasa,” jelasnya sebagaimana dilansir Suara Trenggalek, Kamis, (23/04/2026).
Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, menyebut keterlibatan TNI dalam TMMD membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dengan efisiensi biaya dan waktu yang lebih baik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena dengan dibantu TNI, pembangunan infrastruktur menjadi lebih ringan dan biaya bisa ditekan sehingga hasilnya lebih maksimal,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa TMMD diharapkan mampu membuka konektivitas antarwilayah desa sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pemerataan pembangunan di Trenggalek.
Di sisi lain, Kepala Staf Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya, Helmi, menjelaskan bahwa TMMD ke-128 mencakup pembangunan jalan, rumah tidak layak huni, jambanisasi, serta penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat desa.
Program ini melibatkan personel gabungan dari berbagai matra TNI dan menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam percepatan pembangunan desa tertinggal dan terisolasi.
Pelaksanaan TMMD di Trenggalek ditargetkan selesai tepat waktu agar hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat demi keberlanjutan manfaat jangka panjang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara