PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama tim gabungan TNI dan Polri bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali muncul di wilayah Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau (Riau), dengan fokus utama pada pengendalian api di lahan gambut yang sulit dipadamkan karena terbakar di bawah permukaan tanah.
Penanganan dilakukan melalui patroli terpadu darat dan udara yang dipimpin langsung oleh Bupati Pelalawan, Zukri, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah dalam memperkuat respons cepat terhadap titik api yang muncul di kawasan rawan karhutla.
Bupati Pelalawan, Zukri, bersama tim patroli terpadu TNI dan Polri turut melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengidentifikasi sebaran titik api di wilayah lahan gambut. Fokus penanganan diarahkan pada area Desa Gambut Mutiara yang memiliki karakteristik kebakaran bawah tanah (ground fire), sehingga membutuhkan metode pemadaman khusus dan berkelanjutan.
“SK itu hanya langkah pertama. Setelah itu harus ada perencanaan lanjutan yang disusun bersama masyarakat dan didukung berbagai pihak,” ujarnya, sebagaimana dilansir Infokepri, Rabu (22/04/2026).
Selain pemantauan udara, Bupati Zukri juga meninjau langsung proses pemadaman yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Darat yang telah bekerja lebih dari satu minggu di lokasi. Satgas juga melakukan pembuatan sekat kanal atau kanalisasi untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Pelalawan didampingi sejumlah pejabat dari unsur TNI dan Polri, antara lain Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Kepolisian Daerah (Polda) Riau Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Ino Haryanto, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Riau Kombes Pol Ketut, Asisten Operasi (Asops) Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Infanteri (Inf), Rendra D.A, serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pelalawan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jhon Louis Letedara.
Bupati Zukri menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di lokasi bukan hanya untuk memastikan proses pemadaman berjalan, tetapi juga untuk mencari solusi jangka panjang dalam pencegahan karhutla di wilayah gambut yang rentan terbakar.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran masih tinggi seiring dengan prediksi puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juli 2026. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu api.
Selain itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah desa, kecamatan, masyarakat peduli api, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan kebakaran. Upaya ini juga mencakup pembangunan kanal air dan penyediaan alat berat sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
Berdasarkan data pemerintah daerah, total luas lahan terdampak karhutla di Kabupaten Pelalawan saat ini mencapai sekitar 600 hektare. Namun seluruh titik api dilaporkan telah berhasil dikendalikan, dengan hanya tersisa proses pendinginan di lokasi Desa Gambut Mutiara yang diperkirakan segera padam. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara