BLORA – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, terpaksa dipindahkan ke balai desa akibat kerusakan sejumlah ruang kelas yang belum kunjung diperbaiki hingga Selasa (21/4/2026).
Kondisi bangunan yang dinilai membahayakan membuat pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan siswa kelas 1 dan 2 ke aula balai desa setempat demi menjaga keselamatan selama proses pembelajaran berlangsung.
Kepala Sekolah SDN 1 Plosorejo, Sugito, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena ruang kelas sudah tidak layak digunakan.
“Jadi kami pindahkan kegiatan belajar untuk siswa kelas 1 dan 2 ke balai desa.”
“Sekarang masih belajar di balai desa, karena ruang kelasnya belum diperbaiki,” katanya sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Selasa, (21/04/2026).
Menurutnya, informasi dari dinas terkait menyebutkan bahwa perbaikan direncanakan mulai Mei 2026. Namun hingga kini belum ada kepastian realisasi sehingga pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut.
“Informasi yang saya terima, perbaikan dimulai Mei ini, dari dinas. Kita tunggu saja,” terangnya.
Keterbatasan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disebut menjadi salah satu kendala utama, sehingga opsi perbaikan kemungkinan akan mengandalkan program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Meski belajar di balai desa, pihak sekolah berupaya meningkatkan kenyamanan siswa. Awalnya kegiatan belajar hanya menggunakan alas tikar, kini telah dilengkapi meja dan kursi yang dipindahkan dari ruang kosong di sekolah.
“Sekarang sudah pakai meja kursi, tapi tetap di balai desa. Saya beri pembatas banner supaya anak-anak pandangannya tidak langsung ke luar,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan fasilitas yang digunakan di balai desa, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan pemerintah desa agar turut membantu pengawasan.
“Saya minta bantuan desa untuk ikut mengawasi. Selama ini masih aman,” jelasnya.
Situasi ini mencerminkan tantangan infrastruktur pendidikan di wilayah pedesaan yang berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa. Pihak sekolah berharap perbaikan ruang kelas dapat segera direalisasikan agar kegiatan belajar kembali berlangsung normal di lingkungan sekolah.
“Harapannya segera diperbaiki, kasihan anak-anak harus belajar di balai desa,” paparnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara