Sunset Point Banyuwangi, Wisata Desa yang Bikin Betah

BANYUWANGI – Transformasi lahan tepi sungai di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kini menjelma menjadi magnet wisata baru berbasis ekonomi kreatif bernama “Sunset Point” Pesona Senja, yang menggabungkan panorama Gunung Raung, aliran sungai, hingga aktivitas UMKM lokal dalam satu ekosistem wisata yang terus tumbuh sejak tiga tahun terakhir.

Destinasi yang berada di kawasan pedesaan Kabupaten Banyuwangi ini berkembang pesat sebagai ruang wisata berbasis komunitas yang menawarkan pengalaman berbeda, yakni menikmati kopi di tepi sungai dengan latar Gunung Raung, hamparan sawah, serta aktivitas kereta api yang melintas sekitar 800 meter dari lokasi wisata. Konsep wisata alam ini membuat kawasan tersebut menjadi salah satu titik keramaian baru di Glenmore, terutama pada akhir pekan.

Dari sisi pengembangan, destinasi ini tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga memperkuat sektor ekonomi warga melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta agenda wisata tematik. Salah satu kegiatan yang pernah digelar adalah acara bertajuk “Ngopi Pinggir Kali dan Tubing” yang berlangsung pada 18–19 April 2026 dan menghadirkan kuliner lokal serta aktivitas susur sungai.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai perkembangan wisata berbasis desa ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi alam dapat dikelola menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Mudah-mudahan ini jadi magnet meningkatkan minat orang datang ke Glenmore. Kami Pemkab siap mendukung. Pesan saya, kelola sampah dengan baik dan jaga produk UMKM agar pengunjung pulang membawa kesan yang mendalam,” ujar Ipuk, sebagaimana dilansir Tribun Jatim Timur, Selasa (21/04/2026).

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan ini turut memperkuat identitas kopi lokal. “Destinasi ini juga berpotensi memperkuat branding kopi khas wilayah Glenmore dan Kalibaru, yang dikenal dengan Kopi Raung,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbergondo, Taufik Hidayat, menyebutkan bahwa Pesona Senja konsisten menarik kunjungan wisatawan sejak awal dibuka. “Wisata ini tidak pernah sepi, terutama saat weekend, pengunjung bisa tembus 500 orang lebih. Alhamdulillah, omzet satu UMKM bisa mencapai satu juta rupiah dalam sehari di hari libur,” katanya.

Selain itu, wisatawan juga merasakan langsung dampak pengalaman wisata alam tersebut. “Pengalaman saya tubing di Pesona Senja ini luar biasa sekali. Sungainya sangat bersih dan segar. Suasananya asyik dan masyarakatnya ramah, sangat sejuk untuk berlibur bersama keluarga,” ujar Dewi Fatmawati, wisatawan asal Jember.

Saat ini terdapat sekitar 20 UMKM yang aktif di kawasan wisata tersebut, dengan produk mulai dari makanan tradisional, minuman, hingga kopi lokal hasil petani setempat. Pengelola juga terus mendorong edukasi lingkungan agar pengunjung tidak membuang sampah ke sungai demi menjaga keberlanjutan ekosistem wisata.

Dengan kombinasi alam, ekonomi desa, dan partisipasi warga, Pesona Senja Glenmore berkembang menjadi contoh model wisata berbasis komunitas yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal di Banyuwangi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ratusan Santri Demak Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Disetop

PDF đź“„DEMAK – Ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak (Demak) diduga mengalami …

Jalan Desa Ciandur Dibangun, Pemprov Banten Gelontorkan Rp4,8 Miliar

PDF đź“„PANDEGLANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,8 miliar untuk pembangunan jalan …

Getaran Tak Biasa Rusak Rumah Warga, BMKG: Belum Bisa Dipastikan

PDF đź“„CIREBON – Getaran misterius yang mengguncang Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, masih menyisakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *