Omzet Rp722 Juta, Desa Lerep Tunjukkan Kemandirian Ekonomi

KABUPATEN SEMARANG – Desa Wisata Lerep di Kecamatan Ungaran Barat mencatat capaian signifikan sepanjang 2025 dengan membukukan omzet sebesar Rp722.067.000 melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Capaian ini menegaskan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang dikelola secara kolaboratif antara masyarakat dan perusahaan pendamping.

Selama satu tahun, destinasi yang berada di bawah binaan PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut berhasil menarik 8.555 kunjungan wisatawan. Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa setempat.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyebut capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek utama yang berperan aktif dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Munawwar sebagaimana dilansir Artik, Selasa, (21/04/2026).

Sementara itu, Manager PLN UP2B Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa kolaborasi antara PLN dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan Desa Wisata Lerep. Menurutnya, sinergi tersebut mampu mengubah potensi alam dan budaya menjadi nilai ekonomi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Desa Wisata Lerep kini berkembang sebagai destinasi terpadu yang menawarkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari peternakan, pertanian, hingga seni dan budaya lokal. Konsep wisata berbasis pengalaman ini menjadikan desa tersebut sebagai ruang belajar sekaligus rekreasi bagi wisatawan.

Pengelolaan destinasi dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso yang mengedepankan sistem kerja gotong royong dan profesional. Inovasi pengembangan paket wisata secara berkelanjutan turut meningkatkan daya tarik kunjungan serta memperluas peluang usaha masyarakat.

Dampak ekonomi juga dirasakan langsung oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Hasil yang berhasil mengembangkan produk olahan pertanian bernilai jual tinggi. Ketua KWT Sumber Hasil, Sulistyowati, menyebut dukungan program pembinaan membantu peningkatan pendapatan anggota kelompok serta membuka akses pasar yang lebih luas.

“Desa Lerep kini mampu mengolah potensi lokal menjadi produk wisata dan ekonomi kreatif yang memberi manfaat langsung bagi warga,” demikian rangkuman dampak yang dirasakan masyarakat setempat.

Program pengembangan Desa Wisata Lerep menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi desa. Ke depan, model pemberdayaan ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

BUMDes Gegempalan Garap Lahan 0,3 Hektare, Semangka Mulai Dipanen

PDF đź“„CIAMIS – Pemanfaatan lahan tadah hujan menjadi peluang pengembangan usaha pertanian di Desa Gegempalan, …

BUMDes Sikka Disorot, Bupati Tekankan Keuntungan dan PADes

PDF đź“„MAUMERE – Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, …

Pendapatan 66 Desa Wisata Naik 29,62 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

PDF đź“„JAKARTA – Pembinaan desa wisata berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di 66 desa binaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *