PANDEGLANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,8 miliar untuk pembangunan jalan desa sepanjang 1,6 kilometer di Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, sebagai upaya mempercepat akses ekonomi masyarakat perdesaan.
Pembangunan ruas jalan Polsek Saketi–Pematang tersebut merupakan bagian dari program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Pemprov Banten. Infrastruktur ini ditargetkan dapat mengatasi kondisi jalan licin saat hujan yang selama ini menghambat mobilitas warga.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa intervensi pemerintah provinsi diperlukan karena keterbatasan anggaran desa dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat.
“Saat ini kita memiliki pemimpin yang fokus membangun dari desa. Ini sejalan dengan Astacita ke-6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ujarnya sebagaimana diberitakan Navaswara, Selasa (21/04/2026).
Ia menambahkan, pembangunan jalan desa akan dilakukan secara bertahap mengingat panjang ruas yang harus ditangani cukup besar. Ke depan, jalur tersebut direncanakan terhubung hingga wilayah Majau guna memperluas konektivitas antarwilayah.
“Insya Allah kita kerjakan bertahap. Panjang jalan desa yang harus ditangani cukup banyak, jadi perlu waktu,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal difokuskan pada titik kerusakan terparah agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp4,8 miliar dan difokuskan pada titik kerusakan paling parah agar manfaatnya cepat dirasakan,” jelasnya.
Masyarakat setempat menyambut positif rencana pembangunan tersebut karena dinilai dapat memperlancar aktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju pasar, sekolah, dan layanan kesehatan.
“Terima kasih Pak Gubernur sudah mau bangun jalan di desa kami. Semoga lancar pembangunannya,” ujar Umiyah (44), warga Desa Ciandur.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperbaiki konektivitas, tetapi juga mendorong distribusi barang, mobilitas tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan di wilayah perdesaan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara