BATU – Pemerataan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu masih menghadapi hambatan, dengan empat desa dan kelurahan belum memulai pembangunan hingga pertengahan April 2026. Kondisi ini berpotensi menghambat pemenuhan sarana dan prasarana secara menyeluruh serta pencapaian target nasional.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, dari total 24 desa dan kelurahan, sebanyak 20 wilayah telah memulai pembangunan gerai KDMP, sementara empat lainnya yakni Kelurahan Sisir, Kelurahan Ngaglik, Desa Sidomulyo, dan Desa Pesanggrahan masih terkendala, terutama pada aspek penyediaan lahan.
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Diskumperindag Kota Batu, Muhammad Ghufron Sholihin, menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan di sejumlah wilayah berdampak langsung pada distribusi fasilitas pendukung gerai.
“Karena masih ada yang belum memulai pembangunan, maka pemenuhan sarpras juga menunggu sampai gerai-gerai tersebut selesai,” ujarnya sebagaimana dilansir Radar Batu, Minggu (19/04/2026).
Ia menyebutkan, pembangunan terbaru telah dimulai di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, yang menjadi lokasi terakhir dalam tahap peletakan batu pertama pada bulan ini. Namun demikian, proses pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) masih dilakukan secara bertahap.
Menurut Ghufron, fokus awal pengadaan sarpras adalah pengisian perlengkapan di dalam gerai. Meski demikian, gerai yang telah selesai dibangun pun belum sepenuhnya terisi karena distribusi masih menunggu dari pihak penyedia, yakni Agrinas.
Sementara itu, satu gerai yang telah rampung dibangun di Kelurahan Dadaprejo mulai menerima dukungan fasilitas berupa kendaraan operasional dan rak penyimpanan. Namun, distribusi sarpras secara menyeluruh belum dapat dipastikan jadwalnya.
Pengawas Bidang Koperasi Diskumperindag Kota Batu, Hendry Son, menyatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari penyedia terkait distribusi sarpras ke seluruh gerai KDMP.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mendorong percepatan pembangunan di seluruh wilayah, baik yang belum memulai maupun yang sedang berjalan. Hal ini mengingat program KDMP memiliki tenggat waktu nasional yang ditargetkan rampung pada Maret 2026 sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.
Meski sebagian besar wilayah telah bergerak, capaian pembangunan KDMP di Kota Batu hingga kini dinilai masih belum optimal dan memerlukan percepatan agar target nasional dapat terpenuhi tepat waktu. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara