KEBUMEN – Transformasi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi pelaku usaha mandiri mulai didorong melalui pelatihan keterampilan usaha mikro di Desa Ampelsari, Kecamatan Petanahan. Program ini menjadi strategi penguatan ekonomi desa dengan memanfaatkan pengalaman dan potensi lokal para mantan pekerja migran.
Pelatihan yang berlangsung pada 16–17 April 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK). Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) serta Lakpesdam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, sebagaimana dilansir Kebumen 24, Sabtu, (18/4/2026).
Program ini menyasar purna PMI dan masyarakat desa yang ingin mengembangkan usaha mikro. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan usaha, manajemen bisnis sederhana, hingga strategi pemasaran berbasis digital guna meningkatkan daya saing produk lokal.
Koordinator Tim Lokal sekaligus Sekretaris Umum (Sekum) Lakpesdam PCNU Kebumen, Akmil Sugiantoro, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada perlindungan saat PMI bekerja di luar negeri, tetapi juga pascakepulangan mereka.
“Program ini tidak hanya fokus pada saat mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga setelah kembali ke tanah air. Kami ingin para purna PMI memiliki keterampilan usaha agar mampu mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Kepala Desa (Kades) Ampelsari, Umi Maskanah, menyatakan dukungan terhadap program tersebut karena dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya purna PMI. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha di desa,” ungkapnya.
Selain di Desa Ampelsari, program P2MI-BK direncanakan akan diperluas ke sejumlah desa lain di Kebumen, seperti Desa Pejengkolan, Tukinggedong, dan Tambaksari. Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara