KOTAWARINGIN TIMUR – Ketergantungan peternak desa terhadap pakan pabrikan mulai ditekan melalui pelatihan pengolahan pakan mandiri bagi Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas usaha ayam petelur di tingkat desa.
Pelatihan yang digelar di kebun Poktan Km 11 ini melibatkan kolaborasi perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghadirkan pelatih dari Kabupaten Kapuas. Para peserta dibekali teknik meramu pakan dari bahan lokal seperti jagung giling, bekatul, dan tepung konsentrat, sebagaimana diwartakan Tribun Kalteng, Jumat, (17/4/2026).
Latar belakang kegiatan ini tidak lepas dari tingginya permintaan telur di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan yang mendorong tumbuhnya usaha peternakan ayam petelur di desa-desa sekitar kawasan perusahaan. Namun, sebagian besar peternak masih bergantung pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif dan membebani biaya produksi.
Pelatih pengolahan pakan, Agung Setiawan, menjelaskan bahwa penggunaan pakan mandiri mampu meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan hasil produksi.
“Tingkat produktivitas telur dengan pakan olahan mandiri ini minimal 90 persen,” kata Agung dalam sesi paparan.
Ia menambahkan, dalam praktik di kandang Poktan Pahari Sejahtera, produktivitas bahkan dapat mencapai 97 persen per hari.
“Selisihnya bisa mencapai Rp 800/kg untuk pakan pabrikan, atau Rp 2.400/kg untuk pakan eceran,” tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Endrayatno, mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai upaya mendorong kemandirian peternak desa.
“Melalui pelatihan ini masyarakat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan serta meningkatkan efisiensi biaya produksi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan,” kata Endrayatno.
Ketua Poktan Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk memperkuat usaha peternakan kelompoknya.
Sementara itu, Manajer Corporate Social Responsibility (CSR Manager) PT KKP, Widiyanto, menegaskan bahwa program serupa akan terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Poktan Pahari Sejahtera dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam mengembangkan inovasi pakan mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Widiyanto.
Ke depan, program CSR juga berpotensi dikembangkan melalui pembelajaran lintas desa dan kelompok usaha, guna mempercepat adopsi inovasi di sektor peternakan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara