Literasi Desa Didorong Lewat Teknologi WiFi Lokal

JAKARTA – Keterbatasan akses literasi di desa mendorong munculnya solusi perpustakaan digital berbasis perangkat lokal yang tidak memerlukan koneksi internet, sebagai alternatif percepatan pemerataan pendidikan di Indonesia.

Data menunjukkan lebih dari 41.363 desa di Indonesia belum memiliki perpustakaan, yang berdampak pada rendahnya tingkat literasi nasional. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, mengingat literasi merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, hadir inovasi perpustakaan digital bernama Kipin Perpus Desa yang dirancang untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Teknologi yang digunakan memungkinkan distribusi konten edukasi melalui jaringan WiFi lokal tanpa membutuhkan akses internet maupun kuota data.

Perangkat ini memanfaatkan teknologi eduSPOT yang mampu memancarkan jaringan lokal, sehingga masyarakat dapat mengunduh berbagai materi pembelajaran secara gratis langsung ke perangkat gawai. Konten yang tersedia mencakup lebih dari 5.000 buku sekolah dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), 2.000 video pembelajaran, 50.000 latihan soal, serta ratusan komik literasi.

Selain itu, tersedia pula materi vokasional seperti modul Pendidikan Kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), buku prakerja, hingga literasi antikorupsi hasil kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari sisi regulasi, pengadaan perpustakaan desa berbasis digital ini dinilai memiliki dasar hukum yang jelas. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) Nomor 16 Tahun 2018, penggunaan Dana Desa diperbolehkan untuk pembangunan sarana literasi, termasuk perpustakaan.

Selain sebagai pusat literasi, perangkat ini juga dapat difungsikan sebagai pusat informasi desa. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan sistem tersebut untuk menyampaikan pengumuman, sosialisasi kebijakan, hingga dokumentasi kegiatan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Dengan konsep plug-and-play, perangkat ini cukup dihubungkan ke sumber listrik untuk dapat langsung digunakan. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses pendidikan di desa serta menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Nilai 93,83 Antar Bilebante Jadi Juara Desa Berprestasi NTB

PDF 📄LOMBOK TENGAH – Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, meraih nilai 93,83 dan …

Desa Pa’lalakkang Siapkan Website untuk Angkat Potensi Lokal

PDF 📄TAKALAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) …

Geger Sosok Pengintip Rumah, Polisi Berhasil Redam Keresahan

PDF 📄TULUNGAGUNG – Polisi memilih pendekatan mediasi untuk meredam keresahan warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *