KNMP Pujiharjo Beroperasi, Fasilitas Nelayan Masih Minim

MALANG – Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mulai berjalan sejak Maret 2026, namun penguatan fasilitas dasar di kawasan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi pemerintah dan pengelola.

Peresmian fungsi awal KNMP ini berlangsung setelah kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) Sakti Wahyu Trenggono beberapa waktu lalu, yang menandai dimulainya pemanfaatan kawasan berbasis perikanan terpadu tersebut. Meski demikian, sejumlah infrastruktur penunjang hingga kini belum sepenuhnya tersedia, sehingga operasional nelayan masih belum optimal.

Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso Hadi Winulyo, menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang belum terbangun. Kondisi ini membuat distribusi bahan bakar bagi kapal nelayan masih belum berjalan efektif.

“Selain SPBUN, kami juga masih membutuhkan jalur akses keluar-masuk kapal yang memadai serta sumur bor air tawar. Saat ini nelayan masih terpaksa menggunakan air payau untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Hendik pada Selasa.

Pembangunan KNMP Pujiharjo sendiri bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) dengan nilai investasi sekitar Rp23 miliar. Dari total lahan seluas satu hektare, baru sekitar 5.000 meter persegi yang telah terbangun dan difungsikan.

Sejumlah fasilitas yang telah tersedia antara lain pabrik es dan cold storage, tambat labuh dan shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, bengkel dan docking kapal, kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan toilet.

Namun, keterbatasan fasilitas dasar membuat pengembangan lanjutan KNMP masih bergantung pada kebijakan pusat. Pemerintah desa menunggu kepastian realisasi anggaran berikutnya dari KKP RI untuk menuntaskan infrastruktur yang belum selesai.

Nantinya, KNMP akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pujiharjo dengan pendampingan dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) serta KKP RI. Skema ini diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dan pembiayaan nelayan lokal agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Hendik menyebutkan potensi perikanan tangkap di wilayah tersebut mencapai 1.500 ton per bulan. Dengan hadirnya KNMP serta keterlibatan off-taker atau pembeli siaga dari koperasi maupun pihak swasta, ia optimistis peningkatan pendapatan nelayan dapat terjadi secara signifikan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Berumah Behume Satukan Warga dan Petani di Desa Ibul

PDF 📄BANGKA BARAT – Tradisi Berumah Behume kembali digelar masyarakat Desa Ibul, Kecamatan Simpang Teritip, …

Warga Perbatasan dan TNI Bersinergi Wujudkan Akses Jalan Lebih Baik

PDF 📄TIMOR TENGAH UTARA – Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan kembali mendapat dukungan melalui kolaborasi …

HUT Desa Sumber Mulia Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Kebersamaan

PDF 📄TANAH LAUT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Desa Sumber Mulia di Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *