DELI SERDANG – Panen raya jagung di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, menunjukkan capaian produktivitas yang tinggi dengan hasil mencapai 9–10 ton per hektar, sekaligus menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan penguatan rantai distribusi hasil pertanian di tingkat desa.
Kegiatan panen yang berlangsung di lahan masyarakat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang Lom Lom Suwondo, yang menilai capaian produksi ini sebagai indikasi positif pengelolaan pertanian warga yang semakin baik. Momentum panen ini juga menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian berbasis desa yang terus didorong pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, kita terus mendorong partisipasi seluruh masyarakat, khususnya para penggiat pertanian, untuk menyokong ketahanan pangan di Kabupaten Deli Serdang. Hari ini kita melihat langsung hasil tanaman jagung yang dikelola dengan baik oleh masyarakat, hasilnya bisa mencapai 9 – 10 ton per hektar,” Wabup pada panen raya jagung di lahan masyarakat, Senin (13/4/2026).
Selain menyoroti hasil produksi, Wabup juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi pertanian melalui pendataan hasil panen yang akurat, penguatan rantai distribusi, serta integrasi dengan kebutuhan pasar dan program pangan daerah seperti dapur sehat. Menurutnya, pengelolaan data yang tepat akan menentukan arah kebijakan pertanian yang lebih efektif.
“Dengan data yang akurat, pemerintah bisa mengetahui jumlah produksi dan mendistribusikannya sesuai kebutuhan, termasuk untuk mendukung program dapur sehat di Kabupaten Deli Serdang,” jelasnya.
Ia juga menegaskan perlunya sinergi antara petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar produktivitas tetap stabil serta risiko kerugian dapat diminimalkan. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tingkat desa.
Lebih lanjut, Wabup mengajak agar hasil panen tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga masuk dalam siklus ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan hasil usaha tani secara bijak.
“Semoga perputaran ekonomi di tengah masyarakat petani semakin meningkat. Kami akan terus berupaya bersama dinas terkait agar petani bisa sejahtera dan tersenyum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Jika sudah panen, hasilnya dijual, lalu ditabung dan diputar kembali untuk menanam. Dengan begitu, ekonomi petani akan terus bergerak,” pesannya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara